"Kalau tidak punya harapan, tentu kita tidak akan mengupayakan operasi ini. Memang ada kendala yang harus kita hadapi, tapi kita akan kerja maksimal dan meminimalisir hal buruk yang mungkin terjadi," ujar U Kaswian, Dokter Ahli Anastesi yang merupakan anggota tim penanganan Wanda-Wandi dalam jumpa pers di Ruang Sudang RSHS, Jalan Dr Djundjunan, Kamis (15/3/2012).
Secara teknis, dokter harus melakukan pemisahan organ pada kedua bayi yang saling menempel. Hal itu tentu saja bukan hal yang mudah. "Ternyata sekat dan diagfragma bersatu. Kita harus memisahkan sekat rongga dada supaya bisa bernafas. Sekat diafragma yang bersatu cukup menyulitkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nantinya kita bisa menggeser kulit, atau menggunakan bahan sintentis untuk menutup bagian yang terbuka ini," tuturnya.
Sementara itu Dokter Bedah Anak Bustabul Arifin yang juga anggota penanganan menuturkan, kemungkinan ada usus maupun pembuluh darah yang bersaling silang.
"Memang itu kita anggap itu kesulitan tapi kita juga telah siapkan diri untuk penanganannya," kata Bustanul.
Ia pun mengaku tak bisa menyebut berapa persen kemungkinan berhasil operasi ini. "Kita tidak bisa sebut berapa persen, tapi kami optimis dan akan melakukan pekerjaan kami sebaik-baikknya," katanya. Untuk pelaksanaan operasi sendiri, dokter akan mempersiapkan operasi panjang selama 6 hingga 8 jam.
(tya/ern)











































