Hal itu diungkapkan Direktur Utama RSHS Bayu Wahyudi dalam jumpa pers di Ruang Sudang RSHS, Jalan Dr Djundjunan, Kamis (15/3/2012).
"Operasi pada 19 Maret nanti akan melibatkan kemampuan potensial yang dimiliki RSHS. Sekitar 160 dokter dan perawat akan terlibat untuk kesuksesan operasi ini," ujar Bayu.
Ia menuturkan, 160 tim medis tersebut antara lain terdiri dari puluhan dokter dari berbagai bidang, ahli gizi, labolatorium dan perawat. "Puluhan dokter dari berbagai disiplin ilmu ikut turun. Mulai dari dokter anak, dokter bedah, dokter bedah toraks, dokter anastesi, dokter kulit, labolatorium, ahli gizi dan perawat ICU dan perawat lainnya," katanya.
Tiga orang dokter dari RS Dr Soetomo Surabaya pun akan dihadirkan untuk melakukan supervisi saat operasi dilakukan. Surabaya seperti diketahui telah beberapa kali menangani operasi pemisahan sebelumnya. "Nanti akan ada 3 dokter dari Surabaya yang akan melakukan supervisi. Tapi yang melakukan operasi semua dari kita," tutur Bayu.
Wanda dan Wandi, dilahirkan secara normal pada Selasa, 21 September 2010 lalu pukul 08.45 WIB. Lina Mawarti (21), ibu kedua bayi, melahirkan dengan bantuan dukun beranak dan bidan di rumahnya Kampung Cijagra RT 13 RW 05 Desa Ciroyom, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kedua bayi tersebut masing-masing memiliki organ tubuh yang lengkap. Namun berdasarkan CT scan, organ yang menyatu yakni diafragma, usus halus, dan hati.
(tya/ern)











































