Pasang Surut Profesi Si Tukang Gigi

Pasang Surut Profesi Si Tukang Gigi

- detikNews
Rabu, 14 Mar 2012 19:25 WIB
Bandung - Menjadi tukang gigi, diperlukan keahlian dan keterampilan khusus yang mumpuni. Kabanyakan, para tukang gigi memiliki keahlian tersebut secara otodidak atau secara turun temurun. Meski penghasilan tak tentu setiap bulannya, namun banyak yang tetap menekuni profesi sebagai tukang gigi.

Seperti Agus Muzaki (38), warga Madura tersebut mengaku telah menjadi tukang gigi sejak 12 tahun lalu. Ia membuka jasa dengan mengontrak di Kopo Sayati.

"Penghasilan jadi tukang gigi enggak pasti. Tapi ya lumayan," ujar Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan jasa memasang gigi palsu, ia bisa menghidupi keluarganya. Jika ada pasien yang mau memasang behel, ia menganggapnya sebagai bonus. "Kalau ada yang pasang behel sebulan sekali ajah, itu udah lumayan," katanya.

Dalam sebulan Agus mengaku rata-rata bisa mendapat penghasilan sekitar Rp 2 juta. Jasa yang ia layani yaitu pasang gigi palsu dan behel.

Dengan adanya Permenkes RI Nomor 1871/Menkes/Per/IX/2011 tentang pencabutan atas permen sebelumnya yaitu Permenkes RI Nomor 339/Menkes/Per/v/1989 tentang pekerjaan dan praktik tukang gigi, Agus mengaku jadi resah.

"Ya inginnya jangan dilarang. Kenapa harus dilarang. Nanti kami kerja apa," tuturnya.

Dituturkan Ketua Persatuan Tukang Gigi (PTGI) Jabar Moch Jufri, jasa tukang gigi selama ini sangat dibutuhkan masyrakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Menurutnya, kelebihan tukang gigi adalah dari pelayanan dan sugesti yang diberikan.

"Dengan tukang gigi, pasien akan memiliki kedekatan psikologis. Ini keunggulan tukang gigi. Misalnya dalam pemasangan gigi palsu, tukang gigi mampu mensugesti pasien bahwa menggunakan gigi palsu itu nyaman," katanya.

Menurutnya, jika tukang gigi tidak ada, maka kasihan warga kurang mampu yang membutuhkan pelayanan gigi seperti memasang gigi palsu. "Nanti mereka pasang kemana. Ke dokter belum tentu mampu. Kami ini sangat dibutuhkan," katanya.

(/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads