Setelah Wagub Jabar Dede Yusuf, Walikota Bandung Dada Rosada juga mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon (balon) gubernur Jabar ke Kantor DPD Demokrat Jabar, Jalan Maskumambang, Rabu (14/3/2012). Usai pengembalian formulir, para pendukung Dada sempat terlibat saling dorong dengan wartawan.
Dada datang ke lokasi sekitar pukul 15.50 WIB dan langsung mengembalikan formulir ke panitia penjaringan. Ia datang dengan didampingi Sekda Edi Siswadi serta lebih dari 50 orang pendukungnya.
Usai mengembalikan formulir, Dada langsung turun dan sempat melayani sesi wawancara di lantai satu. Selama satu menit, ia sempat melayani permintaan wawancara dari wartawan yang menunggu sejak siang di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung dukungan dari DPC Demokrat di Jabar untuknya, ia menyebut sudah ada beberapa dukungan. "Yang sudah fix ada 13 DPC yang mendukung, di antaranya dari DPC Demokrat Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi dan Kabupaten Sumedang, itu di antaranya," jelas Dada.
Soal kartu tanda anggota (KTA) yang diragukan karena tidak tercantum kapan ia masuk Demokrat, Dada menyanggahnya. "Keanggotaan saya rasa tidak ada masalah. Kalau diragukan, hari ini pasti saya ditolak (mengembalikan formulir)," ucapnya.
Wartawan pun berusaha mencecar Dada seputar KTA-nya. Namun beberapa pendukung Dada yang berasal dari salah satu ormas berteriak. "Sambil jalan wawancaranya," teriaknya.
Usai teriakan itu, para pendukung langsung menggiring Dada keluar dari lokasi. Pria-pria berbadan tegap pun berusaha melindungi Dada dari pertanyaan wartawan.
Wartawan yang terus berusaha mendapat konfirmasi sejelas mungkin soal KTA tersebut, tidak mendapat jawaban memuaskan. Bahkan ketika Dada berjalan keluar, para pendukung saling dorong dengan wartawan.
Salah seorang wartawati dari media cetak lokal Jabar, Vebertina, mengaku sempat didorong dan terinjak pendukung Dada. "Saya sempat didorong dan terseret, kaki saya juga juga terinjak-injak," ucap Vebertina.
Ia sendiri sempat berteriak-teriak agar tidak mendapat dorongan, namun hal itu tidak diindahkan para pendukung Dada. Setelah itu, tidak ada lagi sesi wawancara dan Dada langsung meluncur dari lokasi tanpa mau diwawancara kembali.










































