Sekitar 100 orang ikut dalam aksi tersebut. Mereka merupakan perwakilan dari 26 kabupaten dan provinsi di Jabar.
Dalam aksinya, massa membawa sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan 'BBM Naik Pemicu Revolusi'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyebut beberapa elemen yang paling merasakan dampak langsung kenaikan BBM. Elemen-elemen itu yakni tukang ojek sopir angkot, buruh, nelayan, PKL, pedagang tradisional dan elemen lainnya.
"Jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM, kita akan melakukan aksi yang lebih besar," tegas Asep.
Sementara itu, untuk menyampaikan aspirasinya soal penolakan BBM, massa berencana membubuhkan tandatangan di atas kain putih yang panjangnya lebih dari 8 meter.
Massa yang datang sekitar pukul 10.30 WIB, hingga pukul 11.00 WIB masih melakukan orasi. Massa sendiri terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan.
(orb/ern)











































