Sedikitnya 40 orang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jabar menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/3/2012). Pedemo terdiri dari pria dan wanita itu menyerukan tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sembari menenteng peralatan dapur.
Massa membawa panci dan wajan yang dijadikan simbol bahwa rakyat tidak bisa memasak lagi. Selain itu, pedemo juga mengusung sejumlah kayu yang digambarkan kalau rakyat beralih ke zaman tradisional untuk aktivitas memasak.
Sekjen KAMMI Pusat Andriana menilai rencana pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi ini tidak pro-rakyat. Selain itu, lanjut dia, kenaikan BBM bakal memicu inflasi serta meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok dan barang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kenaikan BBM akan dirasakan efeknya terhadap para pelaku industri yang tak menutup kemungkinan berimbas dengan terancamnya buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Maka itu, KAMMI menyatakan sikap menolak kenaikan BBM. Kalau masih bersikeras tetap menaikan BBM, maka SBY dan Boediono harus mundur karena tidak mampu mengemban amanat rakyat," tegas Andriana.
Aksi ini dijaga puluhan aparat kepolisian. Pedemo meeneteng poster yang antara lain bertulis, 'Rakyat Tercekik Gara2 BBM Naik', dan 'BBM Naik, SBY Boediono Turun'.
(bbp/avi)










































