Di sekitar area Gedung Sate, Jumat (9/3/2012), Dede menuangkan sendiri bioetanol ke mobil Toyota Camry nopol D6. Ia kemudian berkeliling di sekitar Gedung Sate menggunakan kendaraan dinas berwarna hitam tersebut.
Ia sempat membawa dua wartawan untuk ikut serta dalam mobil dinasnya. Tak hanya itu, ia juga menuangkan bioetanol ke motor trail kesayangannya dan mengendarainya. Ia bahkan sempat membonceng salah seorang wartawan perempuan di motor trailnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk penggunaan bioetanol untuk motor trailnya, diakui Dede sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu. Itu dilakukan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM.
"Saya gunakan bioetanol sejak 6 bulan lalu, tapi porsinya fifty:fifty (setengah bensin, setengah bioetanol). Hasilnya lancar-lancar saja, tarikan mesin juga lebih gahar dan bertenaga," jelasnya.
Sementara itu, kegiatan yang dilakukan Dede tersebut merupakan sosialisasi penggunaan bensin dari bahan dasar singkong. Dari kegiatan itu diharapkan masyarakat akan tahu bahwa ada bahan bakar alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti BBM.
(orb/tya)










































