Teka Teki Dada Rosada di Demokrat Segera akan Terjawab

Pilgub Jabar

Teka Teki Dada Rosada di Demokrat Segera akan Terjawab

Oris Riswan Budiana - detikNews
Rabu, 07 Mar 2012 16:49 WIB
Teka Teki Dada Rosada di Demokrat Segera akan Terjawab
Bandung - Teka teki rencana Walikota Bandung Dada Rosada maju pada Pilgub Jabar 2013 dari Demokrat tampaknya akan segera terjawab. Tim penjaringan balon gubernur dan wakil gubernur Partai Demokrat memastikan Dada akan mengambil mengambil formulir pendaftaran.

"Pak Dada baru saja konfirmasi, katanya akan datang," kata Ketua Tim Penjaringan Balon Gubernur dan Balon Wagub Partai Demokrat Jabar Didin Supriadin saat ditemui di Kantor DPD Partai Demokrat, Jalan Maskumambang, Rabu (7/3/2012).

Seperti diketahui, Dada Rosada sebelumnya merupakan kader dari Partai Golkar. Isu masuknya Dada ke Demokrat sudah lama tersiar, namun Dada belum memberikan pernyataan resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Dada, kader lain juga menyatakan akan datang mengambil formulir yakni Adjeng Ratna Suminar, anggota DPR RI.

Sementara itu, waktu pengambilan formulir diperpanjang dari batas maksimal pukul 16.00 WIB menjadi 18.00 WIB. Itu karena sudah ada konfirmasi dari Dada dan Adjeng yang akan mengambil formulir pendaftaran.

"Sebenarnya tidak ada istilah perpanjangan waktu. Karena ada yang konfirmasi, maka kita tunggu sampai pukul 18.00 WIB. Lewat dari itu, pengambilan formulir langsung kita tutup," jelas Didin. Hingga pukul 16.30 WIB, Dada belum datang ke lokasi.

Hari ini, total sudah ada lima orang yang mengambil formulir pendaftaran yakni Irwan Koesdrajat, Iwa Gartiwa, Daday Hudaya, Dede Yusuf dan Nana Rukmana Asmita.

Khusus nama terakhir, ia datang beberapa menit sebelum Dede Yusuf mengambil formulir. Nana merupakan rektor Universitas Langlangbuana (Unla).

Ia tercatat sebagai eks kabiro Analis Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri. Ia juga pernah menjabat sebagai kapolres Cibabat (sekarang Polresta Cimahi - red) dan kapolres Subang.

Ia mengambil formulir pendaftaran sebagai balon gubernur, namun akan menerima jika Demokrat memutuskannya maju sebagai wagub.

Jika terpilih sebagai cagub, bahkan menjadi gubernur, ia punya prinsip tersendiri. "Di lingkungan akademisi, kita mengenal adanya norma, boleh salah tapi tidak boleh berbohong. Itu yang akan jadi pegangan saya nanti," jelas Nana.

(orb/ern)


Berita Terkait