"Ihh, seram juga. Ini meresahkan kalau pembunuh bayaran itu memang ada," ujar Citra Finishia (30), warga Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, saat dihubungi wartawan via ponsel, Rabu (7/3/2012).
Ibu satu anak ini meminta aparat kepolisian untuk mengusut kabar tersebut. "Kalau itu benar, ungkap juga otak pelakunya. Ciduk sampai dapat. Jadi enggak tenang gini hidup di Indonesia," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjahat 'kan kalau berbuat jahat enggak bilang-bilang. Tapi ini kok bilang-bilang. Saya menggangap semua itu cari sensasi saja," ujar wanita berkacamata ini yang kuliah di Unpad saat ditemui di Balaikota Bandung.
Komentar lainnya diutarakan Herman (50), warga Cibaduyut, Kota Bandung. "Bisa jadi ada (pembunuh bayaran). Sekarang apapun bisa dilakukan untuk cari uang. Tak dipungkiri, contohnya kejadian pembunuhan salah satu bos perusahaan yang kejadiannya di Jakarta, disinyalir melibatkan pembunuh bayaran," kata Herman saat ditemui di lokasi sama.
Herman mengaku tak merasa resah dengan adanya pihak jasa pembunuh bayaran. "Saya 'kan merasa enggak punya musuh, enngak punya utang. Ya santai saja. Tapi tetap polisi harus mendeteksi informasi tersebut," terang pria berkumis ini kepada wartawan di Balaikota Bandung.
(bbp/ern)










































