Pembunuh Bayaran 'Jualan' di Internet, Warga Bandung: Ih, Seram!

Pembunuh Bayaran 'Jualan' di Internet, Warga Bandung: Ih, Seram!

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 07 Mar 2012 10:46 WIB
Bandung - Jasa pembunuh bayaran lingkup kerja melayani klien asal Bandung menampakan diri di internet. Belum dipastikan benar atau tidak, tapi keberadaannya secara terang-terangan 'jualan' menawarkan jasa membunuh, menuai berbagai komentar warga Kota Bandung.

"Ihh, seram juga. Ini meresahkan kalau pembunuh bayaran itu memang ada," ujar Citra Finishia (30), warga Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, saat dihubungi wartawan via ponsel, Rabu (7/3/2012).

Ibu satu anak ini meminta aparat kepolisian untuk mengusut kabar tersebut. "Kalau itu benar, ungkap juga otak pelakunya. Ciduk sampai dapat. Jadi enggak tenang gini hidup di Indonesia," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapat berbeda dikatakan Elvi Nasution (24), warga Sukajadi, Kota Bandung. Ia menilai terpampangnya jasa pembunuh bayaran di internet bisa jadi fiktif. Secara pribadi, Elvi menanggapi santai soal jasa pembunuh bayaran itu.

"Penjahat 'kan kalau berbuat jahat enggak bilang-bilang. Tapi ini kok bilang-bilang. Saya menggangap semua itu cari sensasi saja," ujar wanita berkacamata ini yang kuliah di Unpad saat ditemui di Balaikota Bandung.

Komentar lainnya diutarakan Herman (50), warga Cibaduyut, Kota Bandung. "Bisa jadi ada (pembunuh bayaran). Sekarang apapun bisa dilakukan untuk cari uang. Tak dipungkiri, contohnya kejadian pembunuhan salah satu bos perusahaan yang kejadiannya di Jakarta, disinyalir melibatkan pembunuh bayaran," kata Herman saat ditemui di lokasi sama.

Herman mengaku tak merasa resah dengan adanya pihak jasa pembunuh bayaran. "Saya 'kan merasa enggak punya musuh, enngak punya utang. Ya santai saja. Tapi tetap polisi harus mendeteksi informasi tersebut," terang pria berkumis ini kepada wartawan di Balaikota Bandung.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini