Sebanyak 817 orang diduga preman di enam wilayah Jawa Barat terjaring razia Operasi Penyakit Masyarakat (pekat) Lodaya 2012. Dari jumlah tersebut 52 orang terbukti melakukan tindak pidana.
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan preman itu diamankan dalam kegiatan operasi yang berlangsung dalam tiga hari yakni pada Jumat (2/3/2012) hingga Minggu (4/3/2012).
"Pelaksanaan rzia preman itu digelar wilayah hukum Polrestabes Bandung, Polres Bandung, Polresta Cimahi, Polres Karawang, Polresta Bogor, dan Polres Cirebon," jelas Martinus via pesan singkat yang diterima detikbandung, Senin (5/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka semua diamanakan di masing-masing polres tersebut. Sedangkan tujuh pelaku pembunuhan berlatar belakang lahan parkir ditangani Polres Bandung
Martinus menambahkan, barang bukti dari tersangka itu antara lain 15 paket ganja, 156 botol miras, 2 tong dan 26 jerigen tuak, senjata tajam, dan 11 sepeda motor.
Sementara sisa preman yang diamankan yakni 750 orang, hanya dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan selama 1 x 24 jam. Mereka terdiri dari 465 pengamen yang tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), lalu 288 orang yang disinyalir kerap melakukan pungutan liar, calo, parkir liar, menjual paksa air minum ke para sopir, dan tujuh pemabuk.
"Kegiatan operasi pekat Lodaya 2012 ini operasi tersebut terus dilakukan di tingkat Polsek hingga Polres di wilayah hukum Polda Jabar. Pelaksanaan razia ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap masyarakat," tutup Martinus.
(/)










































