"Kalau ada unggas yang mati mendadak, sebaiknya tidak melakukan tindakan apapun kecuali lapor ke dinas terkait, kelurahan atau kecamatan setempat," ujar Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan (P3H) Distan Kota Bandung Sudarmaji.
Jika prosedur seperti itu ditempuh, maka Distan bisa mengantisipasi lebih awal untuk menekan laju meluasnya virus H5N1. "Nanti pihak kelurahan atau kecamatan yang lapor ke kita untuk kita tangani," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui ayam piaraannya mati mendadak, Eti langsung lapor ke pihak kelurahan. Distan pun langsung ke lapangan untuk memeriksa. Hasil pemeriksaan, ayam yang mati positif terjangkit H5N1.
Untuk menekan laju penyebaran virusnya, pagi tadi Distan melakukan depopulasi alias pemusnahan unggas milik Eti. Sedikitnya 36 ayam milik Eti terpaksa dimusnahkan demi mencegah hal tak diinginkan.
"Kita tidak melarang warga memelihara unggas. Tapi tolong dipelihara dengan benar yaitu dengan mengandangkan unggas, jangan lupa memvaksinnya agar tidak terjangkit H5N1," imbau Sudarmaji.
(orb/tya)










































