Diguyur Hujan, Warga Jalan Plesiran Gelar Aksi

Diguyur Hujan, Warga Jalan Plesiran Gelar Aksi

Oris Riswan Budiana - detikNews
Minggu, 04 Mar 2012 18:38 WIB
Diguyur Hujan, Warga Jalan Plesiran Gelar Aksi
Bandung -

Warga sekitar Cihampelas Walk (Ciwalk), tepatnya di Jalan Pelesiran, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, menggelar aksi di tengah hujan deras, Minggu (4/3/2012) sore. Aksi dilakukan di salah satu lapangan di area permukiman warga.

Lebih dari 100 warga meneriakan aspirasinya terkait penggusuran tanah yang dikabarkan akan jadi area perluasan Ciwalk. Massa beraksi sambil membawa spanduk bernada kecaman.

Spanduk itu di antaranya bertuliskan 'Ciwalk dan Tuan Tanah Dibantu Para Pengacara. Warga Bersama Tuhan Yang Maha Kuasa', ' Akibat Ciwalk dan Ulah Tuan Tanah, Warga Resah', dan 'Urang Sunda Sawawa Sing Toweksa Ngariksa Bandung, Tapi Lain Codeka ka Sasama'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ditindas, kami didzolimi. Kami diusik, dibunuh perlahan oleh cukong tanah dan diintimidasi," teriak Kiki, perwakilan warga, dalam orasinya.

Aksi itu dilatarbelakangi 'pengusiran' terhadap warga oleh ahli waris pemilik tanah H Nawawi. Warga yang puluhan tahun tinggal di lokasi merasa geram karena sebelumnya tidak ada kesepakatan.

Di satu sisi, ahli waris pemilik lahan menginginkan warga pindah. Namun di sisi lain, warga menolak pindah karena ganti rugi yang dibayarkan terlalu rendah. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menyewa tanah di sana, termasuk membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), sewa tanah dan uang lainnya.

Salah seorang warga, Ane Lidyana, mengaku heran tiba-tiba 'diusir' dari tempat tinggalnya. Meski diakui, tanah yang ditempatinya dan warga lainnya bukan miliknya. Namun yang disayangkan, tidak ada kesepakatan yang terjadi hingga akhirnya pemilik tanah meminta warga pergi dari lokasi.

"Kita bayar uang sewa tiap bulan, bayar PBB tiap tahun dan uang lainnya," cetusnya.

Ane dan warga lain pun menginginkan ada solusi yang bisa saling menguntungkan satu sama lain. Namun hingga kini tidak ada solusi dari masalah tersebut. Bahkan pihak kelurahan dan kecamatan pun tidak bisa mencari solusi.

"Kami sadar tanah di sini bukan milik kami. Tapi tolong hargai warga yang nyewa di sini bertahun-tahun dan mendirikan rumah di sini. Hargai kami," tegasnya.

Di lahan tersebut sedikitnya ada lebih dari 500 rumah warga yang berdiri di atas lahan milik almarhum H Nawawi di RT 1 hingga 4, semuanya berada di kawasan RW 6. Sementara total luas lahan mencapai 4 ribu meter persegi.

Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 87 rumah sudah dibongkar, sementara sisanya masih bertahan.

(orb/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini