"Kami sangat menyesalkan dan prihatin terhadap oknum polisi dalam video tersebut yang menerima pungli (pungutan liar). Ini sudah mencoreng Polri," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat ditemui wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/2/2012).
Dalam video berjudul 'Tawar Menawar Tilang Polisi di Bandung' itu, jelas Martin, terlihat oknum polantas penerima 'duit damai' mengenakan seragam Polri dan rompi hijau. Di seragam lengan kirinya terdapat dua name badge bertulis: POLRESTABES BANDUNG dan POLDA JABAR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martinus menambahkan, selama ini seruan anggota Polri agar tidak menerima dan menghindari pungli sering disampaikan. Namun, lanjut dia, kenyataan di lapangan tidak diindahkan.
Pantauan detikbandung hingga pukul 15.24 WIB, Selasa (28/2/2012), video berjudul 'Tawar Menawar Tilang Polisi di Bandung' itu sudah ditonton atau dilihat sekitar 47.829 penonton.
Sekitar 90 penonton berkomentar mengenai video tersebut. "Aku tau ini temapatnya dimana ?! haha , emang tiap pagi polisi itu di stopaan," tulis nurraify. Komentar lain bernada sindiran pada korps polisi. "Damai itu 50.000...Hha. polkis dmn2 sama...nilang jg cma krn mrka cari gara2,kasian masuk polisi susah2,keren2 pake seragam n motor gede,jd BM cma nilang2 cari perkara buat dapetin duit masyarakat....kekny gajiny pda kurang buat balikin modal sogokan buat daftar masuk polisinya," tulis marmutgendut.
(bbn/ern)










































