"Kalau pembangunan tidak dihentikan, kita akan bergerak. Bisa dengan demo, menduduki gedung dewan atau hal lain," tegas Koordinator API Jabar Asep Syarifudin.
Hal itu dikemukakan Asep dalam konferensi pers di Kantor Komisi Informasi Daerah (KID) Jabar, Jalan Ehrlich, Senin (27/2/2012).
Ia berharap, semua pihak terkait segera merespon keinginan API. Apalagi banyak kalangan masyarakat yang juga menolak pembangunan gedung baru DPRD.
"Kita akan evaluasi dan tunggu hasilnya dalam sepekan ini dan kita akan bicarakan langkah yang akan diambil," jelasnya.
Disinggung soal kecil kemungkinan pembangunan dihentikan karena proyek sudah berjalan, ia menyebut itu bisa diakali. Jika semua pihak bisa berembuk baik-baik, termasuk pemenang tender, semuanya bisa berjalan lebih baik.
Menurutnya jika pemenang tender punya kapasitas baik dalam pembangunan, maka alokasi anggaran yang ada bisa digeser ke hal lain.
"Kalau rekanan pemprov ini benar-benar kredibel, yang bisa dibangun kan bukan hanya gedung dewa. Tapi bisa dialihkan ke pembangunan yang lebih manfaat, misalnya bangun sekolah, jalan, puskesmas dan lain-lain. Kalau caranya elegan, insya Allah semua bisa menerima," tutur Asep.
(ors/ern)











































