Dalam aksinya, demonstran sempat melempari belasan telur ke arah Pengadilan Tipikor sebagai simbol busuknya penegakan hukum.
"Hukum di Indonesia busuk karena ulah-ulah jaksa seperti Sistoyo. Penegak hukum abal-abal," ujar Koordinator LSM GGMF disela-sela aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukum mati jaksa seperti Sistoyo yang sontoloyo ini. Jangan ada main mata dengan terdakwa karena sama-sama penegak hukum," katanya.
Sebelum melempari telur Torkis menilai bahwa hakim di Pengadilan Tipikor tidak memiliki integritas sehingga dikhawatirkan akan main-main dalam penanganan perkara tersebut.
"Hakim tak punya integritas, kita lempari telur sebagai simbol kebusukan hukum," tuturnya sambil mengeluarkan kantong keresek berisi telur lalu berjalan ke depan plang Pengadilan Tipikor Bandung.
Kemudian massa pun bersamaan melempari plang dengan telur hingga berserakan "Sistoyo busuk, pengadilan busuk," teriak mereka sambil melempari telur.
Demonstran juga membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan 'Rakyat Muak dengan penegak hukum, sebab pulus dan suap ukuran keadilan', 'Majelis Tipikor Bdg bermasalah= Main mata dengan p.suap sistoyo hehehe=86', dan 'Ingat 4 S : Sistoyo Suap Seratus JT Sontoloyo'.
(tya/ern)











































