"Awal api berasal dari salah satu mesin produksi. Diduga korsleting. Tapi kami belum mengetahui penyebab pastinya," jelas Komadan Pleton III Diskar Kota Bandung Asep Mulyono di lokasi kejadian, Jumat (17/2/2012).
Asep menambahkan, pabrik kapas berlantai satu itu memiliki sejumlah mesin produksi kapas. Seluruh mesin dan perlengkapan pabrik ludes dilumat api. Bangunan permanen berbentuk segitiga dengan luas tanah 400 meter persegi itu dihimpit gedung sekolah Bina Bakti. Kondisi bangunan pabrik milik Mulyadi ini menjadi arang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Api mulai berkobar sekitar pukul 08.30 WIB, dan setengah jam kemudian berhasil ditaklukkan. Beruntung api tidak merembet ke bangunan sekolah tersebut. Para murid sempat panik serta histeris sebelum dievakuasi dari ruang kelas.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. "Sedang diselidik asal muasal api. Kerugiannya belum bisa ditaksir. Sejumlah saksi akan kami minta keterangan," jelas Kanitreskrim Polsek Cicendo AKP Gatot saat ditemui di lokasi kejadian.
Gatot menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam perisyiwa tersebut. Para pekerja pabrik kapas langsung keluar bangunan saat kobaran api mengamuk.
(bbn/ern)











































