"Kami segera melakukan langkah-langkah dengan pihak terkait. Minggu ini akan dikumpulkan pengurus Organda dan berkoordinasi bersama Kementrian Perhubungan untuk mengeidentifikasi soal kelemahan dan kekurangan pelayanan angkutan umum," jelas Kadishub Jabar Dicky Saromi.
Ia menyampaikan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kantor Dishub Jabar, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin (13/2/2012).
Rencananya, pengusaha otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), bus pariwisata, turut dilibatkan dalam pertemuan nanti.
"Sejumlah kejadian kecelakaan yang terjadi belum lama ini harus diambil hikmahnya. Ini merupakan peringatan kepada kami untuk segera memperbaiki kondisi angkutan umum," kata Dicky.
Semua instasi terkait memiliki tanggung jawab bersama memberikan keamanan dan keselamatan penumpang moda trasportasi darat. Selama ini, tambah dia, kecelakaan di jalan raya penyebabnya 80 persen human error.
"Kalau selama ini human error, maka kami harus mencari jalan keluar untuk memperbaikinya. Kelayakan kendaraan pun harus dipatuhi pengusaha otobus dan diawasi instansi terkait. Selam ini uji KIR angkutan umum ataurannya dilakukan enam bulan sekali. Tapi 'kan operator atau pengusha otobus rutin mengecek serta servis setiap bulannya," tutur Dicky.
Dalam pertemuan nanti, sambung Dicky, membahas pula soal faktor dan kondisi lain yang angkutam umum. Menurutnya, persoalan angkutan umum bukan hanya menilik dari keamanan dan keselamatan saja. Melainkan kondisi lainnya seperti sarana jalan raya, dan tempat pengujian kendaraan di terminal-terminal yang dilengkapi alat uji representatif.
Lebih lanjut Dicky meminta instansi dan pihak terkait bergandengan tangan untuk membenahi persoalan angkutan umum di Jabar terutama menjaga performance kendaraan transportasi massal.
(bbn/ern)











































