"Kolaborasi budaya khususnya budaya sunda, Bandung, banyak ditampilkan. Ini sesuai dengan 7 agenda prioritas Kota Bandung di bidang seni budaya," kata Dada.
Hal itu dikemukakan Dada kepada wartawan di sela peringatan Cap Go Meh di Jalan Cibadak, Sabtu (11/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung kota agamis ini sudah jadi rumah bersama Islam dan non Islam, sunda dan non sunda. Ini salah satu ciri warga Bandung ingin bersatu menjadikan kotanya kondusif dan membangun kotanya untuk kemajuan bersama," tutur Dada.
Disinggung soal pelaksanaan Cap Go Meh kali ini, ia melihat jauh lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
"Ini yang kedua kali, kemeriahannya, artinya dukungan masyarakat yang hadir jauh lebih banyak dari yang pertama. Apalagi sekarang kolaborasi dengan budaya sunda banyak ditampilkan," jelas Dada.
Dalam pawai Cap Go Meh yang berlangsung sejak sore itu, kolaborasi budaya sunda dan Cina berbaur. Di antara beberapa pawai kesenian Cina seperti barongsai, terselip beberapa kesenian sunda.
Kesenian sunda itu di antaranya kesenian buncis dan sisingaan. Iringan peserta pawai pun giliran. Di antara rombongan kesenian Cina, terselip kesenian sunda yang turut memeriahkan suasana. Bahkan alat musik khas sunda juga ikut memeriahkan suasana lengkap dengan nyanyian berbahasa sunda.
(ors/ern)










































