Rumah Pejabat Unpad Dibobol Maling

Rumah Pejabat Unpad Dibobol Maling

- detikNews
Sabtu, 11 Feb 2012 14:25 WIB
Bandung - Rumah pejabat Universitas Padjadjaran (Unpad) dibobol maling. Hampir semua barang elektronik digondol. Pintu rumah dibongkar paksa. Perampokan itu dilakukan saat rumah dalam kondisi kosong, siang bolong.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat Siang (10/2/2012) di rumah Sudarma, Kepala Biro Perencanaan & Sistem Informasi Unpad dan istrinya Wati Sukmawati yang merupakan Humas Unpad, di Jl Ancol Timur XII Nomor 1 RT O7 RW O4 Kecamatan Regol.

"Yang pertama tahu adik saya. Jam 3 sore, dia jemput anak saya di tempat lesnya, tapi enggak ada. Dikiranya sudah pulang. Nah pas nyampe rumah, dia melihat pintu gerbang terbuka. Jadi dia mengira anak saya memang sudah pulang," tutur Wati saat dihubungi detikbandung, Sabtu (11/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wati, adiknya terkejut saat melihat kondisi rumah terutama kamar acak-acakan. "Semua pintu dirusak. Kamar saya diacak-acak, lemari dibuka, bajunya dikeluarin. Kayanya mencari perhiasan, tapi memang enggak ada," tutur Wati.

Kemudian adiknya menghubunginya. Menurut Wati hal yang pertama ia khawatirkan adalah keberadaan anak perempuannya, yang tidak ditemukan di dalam rumah. "Pas pertama tiba di rumah, saya langsung mengecek anak saya ada di mana. Kamar mandi saya cek, takut disekap. Ternyata alhamdulillah dia ada di sekolahnya. Jadi setelah dari tempat les dia kembali ke sekolah karena ada latihan teater," ujarnya.

Setelah mengetahui keberadaan anaknya, Wati mengaku baru mengecek barang yang hilang. "Semua barang elektronik dibawa. Laptop yang disimpan di lemari dan tersembunyi aja diambil," ungkapnya.

Barang-barang yang berhasil digondol maling adalah TV Thosiba l LED 24 inch, Kamera digital Cannon DSLR, Laptop merk Lenovo, Laptop merk Sony VIO, Jam tangan merk Orient, Keyboard merk Casio, Monitor Komputer merk LG , CPU merk Asus, modem, DVD merk Philips. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta.

Wati menduga kejadian itu terjadi pada saat Jumatan. "Daerah sekitar sini memang sepi, hampir semua pemilik rumah kerja. Saya juga enggak punya pembantu, jadi ya rumah sepi," katanya.

Wati mengaku baru melapor kejadian ini sekitar pukul 22.00 WIB. "Awalnya tidak akan dilaporin, tapi untuk perhatian bagi aparat keamanan dan juga warga lainnya, ya kami laporkan," tuturnya.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads