"Kemarin Disnak (sekarang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan-red) ambil 20 sampel unggas di sekitar rumah pasien, seperti ayam, bebek, dan burung. Tapi hasilnya belum diketahui, paling beberapa hari lagi keluar hasilnya," ujar Yori Sativa, Kepala Seksi Pemantau Penyakit Menular Dinkes Kota Bandung ditemui usai pemakaman SA, Rabu (8/2/2012).
Menurut Yori Dinkes pun akan melakukan sosialiasi terhadap penyakit flu burung ini di Kelurahan Pasirluyu besok. Menurutnya warga harus sudah sadar dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Dinkes juga akan melakukan survey pada warga yang memiliki unggas di kelurahan tersebut.
Sebelumnya SA dimakamkan di TPU Ciburuy pukul 09.00 WIB. SA dimakamkan dengan peti tertutup berrwarna cokelat. Sekitar 100 orang pelayat baik dari keluarga maupun tetangga memadati pemakaman.
Menurut kakak SA, Juju Komarudin, pemakaman dengan menggunakan peti sudah sesuai protap dari pihak rumah sakit. "Katanya biar enggak kontak dengan yang masih hidup," tuturnya.
SA meninggal pukul 16.00 WIB di RSHS setelah sempat dirawat di ruang isolasi Flamboyan. SA mengalami gagal napas dan radang paru-paru. Sebelum sakit parah dan akhirnya meninggal, SA dan keluarganya sempat sakit flu namun sembuh.
(ern/ern)










































