Hal itu terungkap dalam ekspose Braga Festival yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (6/2/2012). Menurut Ketua Panitia Braga Festival Diro Aritonang, untuk menuju event internasional tersebut ada beberapa hal yang disiapkan.
"Di antaranya tahun 2012 mempersiapkan masyarakat kota untuk event internasional sekaligus pengenalan event untuk jaringan kota, sedangkan di tahun 2013 mempersiapkan infrastruktur event sekaligus sampling," ujarnya.
Sementara itu untuk event Braga Festival tahun ini yang mengangkat tema 'people to people' mengawali persiapan event 2014 mendatang.
"Kalau tahun kemarin temanya ‘Balik Bandung’, artinya dari segi penyelenggaraan, potensi-potensi yang ada adalah kota Bandung. Nah, sekarang kita coba naik satu tingkat menjadi ‘People to People’ yang berarti merupakan suatu pertemuan antara satu warga masyarakat dan masyarakat di belahan dunia yang disebut sebagai warga Sister City," tutur M.S Hanief Art Direktor Braga Festival.
Saat disinggung apakah dengan adanya tampilan kebudayaan dari anggota Sister City ini akan tetap menonjolkan eksistensi dari kebudayaan Bandung, Hanief menjawab dengan tegas pihaknya tidak akan menghilangkan ‘citarasa’ budaya asli Sunda.
"Justru yang akan kita tampilkan adalah khas Bandung. Kita ingin memperkenalkan kebudayaan Bandung sekaligus kita tidak pernah tahu Sister City itu apa. Jadi ini bentuk aware dari masyarakat kota Bandung bahwa Bandung masuk sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban global yang ada sekarang," ungkap Hanief.
(ern/ern)











































