Puluhan orang yang menggelar aksi di depan Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kamis (2/2/2012), berasal dari organisasi Sundawani, Buah Batu Corps (BBC), serta Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) Bandung.
"Tentu saja kami menyesalkan aksi kekerasan terhadap wartawan. Cara-cara kekerasan tidak bisa dibenarkan. Kami mengutuk tindakan oknum PKL yang melakukan kekerasan itu. Kami juga mendukung Pol PP untuk menegakkan Perda," jelas Ketua DPC Sundawani Kota Bandung, Achmad Nugraha, di lokasi unjuk rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad secara tegas menyatakan kasus penganiayaan kepada dua awak media IMTV (MNC Grup) harus diungkap tuntas dan menangkap pelakunaya.
"Kami mendesak kepada polisi untuk mengusat kasus ini," jelasnya.
Ketua Gema BBC Kota Bandung, Lingga, meminta para wartawan untuk tidak surut dalam menjalankan tugasnya pascainsiden di BIP.
"Kami berharap para wartawan tetap bekerja seperti biasa. Jangan terhenti setelah kejadian kekerasan itu," ucapnya.
Ketua AMIB Bandung, Andi Purnama, menilai perilaku oknum PKL yang memukul wartawan itu merupakan tindakan tak terpuji dan melanggar hukum. Intimidasi terhadap wartawan sangat tidak dibenarkan.
"Kami berharap pelaku kekerasan terhadap wartawan itu dihukum sesuai aturan berlaku," tegasnya.
Massa membawa poster yang di antaranya bertulis 'Tolak Segala Bentuk Kekerasan Kepada Wartawan'. Aksi damai ini mendapat pengamanan puluhan aparat kepolisian.
(bbn/ern)











































