PKL Gasibu diangggap jadi masalah tersendiri bagi Pemkot Bandung. Sempat beberapa kali ditertibkan, namun lagi-lagi mereka selalu menjamur setiap minggu.
"Kita masih menegosiasikannya dengan Pemprov Jabar. Karena Lapangan Gasibu itu lokasinya di halaman Gedung Sate, akan lebih optimal kalau dikelola Pemprov Jabar," kata Sekda Kota Bandung Edi Siswadi saat ditemui di DPRD Kota Bandung, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu kita akan bicarakan lagi, nanti status ke depan serta tanggung jawab dan pembiayaan penataannya," jelasnya.
Yang terpenting dari tukar-guling itu adalah adanya manfaat bagi kepentingan masyarakat. "Meski itu aset pemerintah tapi sudah ada pembicaraan tukar-menukar aset untuk memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan daerah dan pelayanan masyarakat," tuturnya.
Jika sudah jadi aset Pemprov Jabar, diharapkan nantinya Lapangan Gasibu benar-benar berfungsi sebagai ruang pulik untuk olahraga, bukan tempat mangkal PKL.
"Pemprov nanti bisa mengalokasikan dana untuk merevitalisasi Lapangan Gasibu karena itu merupakan halamannya sendiri," papar Edi.
Disinggung tukar-guling itu terkesan Pemkot Bandung 'menghadiahi PKL' bagi Pemprov Jabar, ia membantah.
"Tidak begitu juga karena kan sudah ada kesepakatan antara dua pihak. Karena kasihan masyarakat yang biasanya olahraga di sana, lokasinya malah diserbu pedagang. Kalau untuk penertiban PKL nanti bisa oleh kita, revitalisasinya nanti sama Pemprov," tegasnya.
(ors/ern)










































