"Penjualannya lumayan banyak. Biasanya kalau burung Pipit, orang beli sampai ratusan. Kadang puluhan juga ada. Soalnya kebanyakan yang beli itu memang sudah langganan, buat acara Imlek," ujar Bob (30) salah satu penjual burung, kepada detikBandung, Sabtu (21/1/12).
Senada dengan Bob, salah satu penjual lainnya, yaitu Ella (45), mengatakan bahwa penjualan burung Pipit di tokonya juga laris manis setiap perayaan Imek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tradisi yang menarik setiap kali perayaan Imlek, setelah warga Tionghoa berdoa kepada para dewa, burung-burung ini dilepas sebagai simbol melepas aura buruk, dan dipercaya bisa menambah keberuntungan.
"Jadi melepaskan burung Pipit itu kan bisa nambah keberuntungan, juga untuk menghilangkan sial," kata Yan (37), salah satu pemburu burung Pipit di Pasar Burung Pagarasih ini.
Pantauan detikbandung, suasana Pasar Burung Pagarsih terbilang sangat ramai. Kebanyakan para penjual burung juga menyediakan burung-burung Pipit di tokonya. Rata-rata setiap penjual mematok harga Rp 1.000 per ekor. Sedangkan menurut penuturan para penjual, mereka mendatangkan burung-burung tersebut dari beberapa daerah di sekitar kota Bandung, seperti Cibaduyut dan Cicalengka.
(avi/avi)










































