Jika biasanya pendapatan mereka hanya sekitar 500 ribu per minggu. Kini mereka bisa meraup untuk hingga Rp 1 juta per minggu.
Seperti dituturkan Hendri (18) Koordinator Divisi Bursa Toko Angkatan Muda Vihara Budha Gaya di Jalan Kelenteng. Ia mengaku penjualan pernak-pernik Imlek telah meningkat sejak awal tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pernak pernik Imlek yang paling banyak diminati yaitu gantungan dan hiasan tempel. Lambangnya seperti ikan mas, koin mas, atau shio tahun ini, yaitu naga.
"Pernak-pernik itu dipasang untuk keberuntungan di tahun-tahun selanjutnya," katanya.
Harga hiasan tempelan yang dijual, rata-rata Rp 30 ribu tempelan. Biasanya, pernak-pernik Imlek tersebut makin ramai dibeli menjelang malam Sincia.
"Yang wajib dimiliki adalah pernak-pernik berbentuk naga," tutur Hendri.
Senada dengan Hendri, Novi (35) pemilik Toko Sami Jaya di Jalan Cibadak juga mengaku penjualan pernak pernik Imlek di tokonya pun cukup bagus. Dalam seminggu bisa mencapai Rp 1,5 juta.
"Baru tahun ini jualan pernak pernik Imlek. Hasilnya lumayan, sekitar Rp 1,5 juta seminggu," katanya. Pernak-pernik yang dijual oleh para toko-toko di sepanjang Jalan Cibadak, mulai dari gantungan, hiasan tempel, dan lampion.
(tya/tya)











































