Sunarya selama ini belum pernah berurusan dengan jalur hukum. Kasus ini pun menjadi sorotan publik ketika muncul dalam pemberitaan media massa. Versi Sunarya, tindakan penendangan itu refleks tanpa unsur kesengajaan.
"Saya ingin hidup dan bekerja seperti biasa lagi. Saya sudah menikah dan punya anak dua yang harus dinafkahi," jelas Sunarya kepada wartawan di rumah makan Saung Kabayan, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jumat (20/1/2012).
Ia berharap besar masalah seperti ini bisa berakhir damai tanpa harus menjalani persidangan. Bila ternyata mesti masuk pengadilan, Sunarya menganggapnya sebagai cobaan.
Kendati belum bertemu langsung dengan Mega, dalam kesempatan itu Sunarya menyampaikan permohonan maaf. Ia dan pengacaranya menjadwalkan segera bertemu Mega.
"Saya ingin cepat beres," ungkapnya.
Pascainsiden "Suster Ngesot', dirinya sementara waktu tidak bertugas di apartemen Galeri Ciumbuleuit. Ia kini ngantor di perusahaan outsourching tempatnya bekerja yakni PT Wiragarda Wahana Waspada. Sunarya memastikan tetap memperoleh gaji bulanan di perusahaan outsourching jasa keamanan tersebut.
"Sejak kasus ini hak saya tetap dipenuhi perusahaan. Saya terima gaji full," terang Sunarya
Sunarya memiliki dua anak masing-masing berusia 5 tahun dan 15 bulan. Untuk bekerja menafkahi keluarganya, setiap hari ia menunggangi sepeda motor bolak-balik Garut-Bandung dengan menempuh perjalanan sekitar empat jam. Suanarya sudah tiga tahun bertugas di apartemen Galeri Ciumbuleuit, Kota Bandung.
(bbn/tya)











































