Ini Dia Kronologis Versi Satpam Penendang 'Suster Ngesot'

Ini Dia Kronologis Versi Satpam Penendang 'Suster Ngesot'

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2012 18:10 WIB
Ini Dia Kronologis Versi Satpam Penendang Suster Ngesot
Bandung - Insiden penendangan 'suster ngesot' berbuntut panjang. Mega Tri Pratiwi (20) melaporkan Satpam Sunarya ke polisi hingga Sunarya dijadikan tersangka. Dalam blognya, Mega sempat membeberkan kronologisnya. Lalu bagaimana kronologis dari versi Sunarya? Ini dia.

Kronologis ini dibuatkan tim kuasa hukum Sunarya, Johansyah. Berikut penjelasannya:

Sebelum Kejadian
-Sabtu dinihari, 10 Desember 2011. Hari itu adalah jadwal piket Sunarya dari pukul 10 malam hingga 10 pagi. Tugasnya antara lain melakukan patroli area luar dan dalam lobby, area parkir serta koridor β€œHotel dan Apartemen Ciembeluit”.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

-Sekitar pukul 1 dini hari, seorang petugas kebersihan (house keeping), Ade Syarif, meminta bantuan Sunarya untuk menemaninya naik ke lantai 18 karena ia harus membuka pintu balkon kamar 1804 atas permintaan tamu kamar tersebut. Sunarya setuju dan segera mereka masuk ke lift barang (service lift) yang terletak di lobi. Ketika mereka masuk ke lift, di dalam sudah ada empat orang laki-laki dan tampak tombol lantai 22 sudah ditekan, yang mengindikasikan empat orang tersebut akan menuju lantai 22. Lift barang tersebut memang sudah biasa dipergunakan juga oleh penghuni atau tamu.

-Sesuai SOP, Sunarya langsung mengambil posisi di dekat pintu lift di depan deretan tombol lift, sementara Ade mengambil posisi di belakang setelah lebih dulu menekan tombol lantai 18. Oleh karena tujuan mereka akan ke lantai 18, Sunarya berpikir untuk sekalian mampir di lantai 17 untuk nanti sekedar melihat situasi lantai tersebut, maka ia menekan juga tombol lantai 17.

-Pintu lift tertutup dan mulai bergerak naik. Ketika mendekati lantai 17, dua dari antara empat orang yang tadi sudah berada di dalam lift tampak berusaha maju mendekat pintu lift, seperti bersiap-siap untuk keluar dahulu.

Saat Kejadian
-Sampailah lift di lantai 17. Ketika pintu lift terbuka, tanpa diduga tamu-tamu yang ada di dalam lift itu berteriak-teriak dengan ketakutan sambil serentak mundur lagi ke belakang. Demikian juga Ade, saking ketakutannya sampai bersandar ke dinding lift dan tidak berani melihat ke arah pintu lift.

-Sunarya segera melongok keluar lift untuk melihat apa yang menjadi penyebab para penumpang lift ketakutan. Seketika terlihatlah sosok hantu itu...!!! Duduk teronggok di lantai, berpakaian putih, rambut panjang menutupi wajah. Hantu itupun tampak bergerak pelan dengan cara yang aneh ke arah lift, sungguh sebuah pemandangan yang tidak diinginkan di kesenyapan pukul 1 dinihari. Sebuah situasi yang sangat menakutkan bagi tamu-tamu, bagi Ade, bagi Sunarya, atau bagi siapapun yang melihatnya.

-Dengan masih kaget dan takut, serta merasakan adanya ancaman bagi dirinya maupun bagi orang-orang di dalam lift, secara refleks Sunarya berusaha memberanikan dirinya menghalau hantu tersebut dengan kakinya karena posisi hantu dibawah, agar seisi lift dapat lari menyelamatkan diri, atau setidaknya hantu tersebut dapat dijauhkan dari lift dan tidak masuk ke dalam lift.

-Sunarya terkejut karena ternyata kakinya mengenai sesuatu. Sebelum benar-benar menyadari apa yang sedang terjadi, empat orang laki-laki dan seorang perempuan langsung keluar dari balik dinding koridor mendekati hantu --yang ternyata manusia, dan setelah itu langsung mendekati Pak sunarya sambil setengah berteriak mempertanyakan kenapa Sunarya menendang teman mereka. Sunarya yang masih kaget menjawab dia tidak tahu kalau hantu tersebut sebenarnya seorang manusia. Saat itu juga, beberapa orang laki-laki mulai merapat mendekati Pak Sunarya dengan berang dan marah-marah kepada Sunarya.

-Sambil mundur Sunarya mengatakan sekali lagi bahwa ia tidak tahu sosok tersebut adalah orang sungguhan. Sunarya juga sempat menanyakan kenapa tidak bilang karena mereka tadi sama-sama di dalam lift dan seharusnya mereka melakukan koordinasi dulu kalau melakukan hal-hal seperti ini.

-Melihat gelagat dari orang-orang tersebut yang mulai mengancam, Sunarya meminta mereka untuk menunggu di tempat agar ia dapat melaporkan kejadian ini kepada Komandan Regu (Danru) selaku atasan langsungnya, dan agar masalah ini dapat diselesaikan. Sunarya terus mundur masuk ke lift dimana Ade masih berdiri dengan lemas dan shock bersama juga dua orang dari antara kelompok tadi.

Setelah Kejadian
-Pintu lift tertutup, namun lift menuju keatas ke lantai 18 sesuai tombol yang tadi sudah ditekan. Di lantai 18, Sunarya keluar dari lift dan berlari turun melalui tangga darurat ke lantai dasar mencari Danru.

-Di lantai dasar, Sunarya melaporkan secara ringkas kejadian tadi kepada Danru bernama Seger. Dengan mengajak satu lagi satpam bernama Iman, mereka bertiga lalu naik lift menuju ke lantai 17. Tiba di lantai 17 koridor sudah sepi tidak ada orang sama sekali. Namun seorang petugas F&B bernama Erwin yang kebetulan baru mengantarkan makanan di lantai tersebut mengatakan bahwa tamu-tamu tersebut ada di lantai 22.

-Segera Sunarya, Danru dan Iman naik ke lantai 22. Begitu pintu lift terbuka beberapa lelaki yang tadi ada di lantai 17 sedang menunggu di depan lift. Melihat Sunarya, mereka kembali langsung mengerubungi Sunarya sambil terus mempertanyakan kenapa ia menendang teman mereka. Danru dan Iman jalan terus untuk mencari kamar tempat tamu tersebut berada dan melihat pintu kamar 2217 terbuka lebar. Banyak orang di dalam. Sebagai Danru, ia menanyakan apa yang terjadi dan para tamu menjawab bahwa seorang satpam telah menendang teman mereka hingga giginya patah.

-Sunarya masih ada di depan lift dan masih berbicara dengan beberapa tamu tersebut. Sekali lagi ia mengatakan bahwa ia tidak tahu sosok hantu itu adalah manusia dan seharusnya pihak hotel diberitahukan kalau memang ada rencana seperti itu. Tak lama, pembicaraan itu juga ditengahi oleh Danru. Namun keadaan tetap memanas karena orang-orang tersebut seperti tidak terima atas penjelasan Sunarya. Mereka menyudutkan Sunarya --baik dengan kata-kata maupun secara fisik.

-Melihat situasi tidak kondusif untuk menjelaskan dan berbicara baik-baik, Sunarya mengambil inisiatif untuk turun ke bawah melalui lift.

-Danru tetap meminta maaf atas tindakan anggotanya yang dianggap salah oleh mereka dan meminta agar bisa bertemu dengan tamu yang tadi menjadi hantu agar bisa minta maaf juga, tetapi justru diusir oleh teman-teman tamu tersebut yang baru ketahuan bernama Mega. Mereka mengatakan bahwa Mega belum bisa diajak bicara. Karena tidak diijinkan, Danru keluar dan meminta Iman untuk memanggil lagi Sunarya agar naik ke atas.

-Iman turun ke bawah dan bertemu dengan Kurniawan yang merupakan Staff Managemen, bagian Night Audit, dan menceritakan kejadian serta niatnya memanggil Sunarya ke lantai 22. Kurniawan melarang Sunarya kembali ke atas melihat kondisi yang masih panas dan kata-kata ancaman sebelumnya dari teman-teman Mega. Kurniawan mengambil inisiatif dialah yang akan naik ke lantai 22 untuk meminta maaf.

-Selama itu Sunarya berada di bawah menunggu instruksi selanjutnya.

-Sunarya selesai tugas pukul 8 pagi. Seharusnya seperti biasa, ia akan langsung naik motor untuk pulang ke rumahnya di Garut, tetapi karena peristiwa ini Sunarya mengambil inisiatif untuk menginap di rumah temannya di Bandung, berjaga-jaga bila ia harus segera datang ke Hotel untuk menjawab pertanyaan dan menunggu arahan selanjutnya.

-Sampai hari Minggu, Sunarya tidak mendapatkan kabar apapun mengenai kejadian tersebut, sampai beberapa temannya memberitahu bahwa peristiwa tersebut sudah masuk di TV.

Demikian kronologis kejadian penghalauan hantu yang seperti suster ngesot, dimana Pak Sunarya murni menjalankan apa yang menjadi tugasnya.

Saat ini berkas kasus ini sudah dilimpahkan dari polisi ke kejari Bandung untuk diproses.


(ern/ern)


Berita Terkait