Humas HTI Jabar Luthfi Afandi, mengatakan bila dilihat secara objektif, program tersebut merugikan rakyat dan menguntungkan pihak asing.
"Kami menolak rencana pembatasan BBM Bersubsidi, karena kebijakan ini merupakan langkah menuju liberalisasi penggunaan mogas di Indonesia. Liberalisasi tak lain merupakan penguasaan yang lebih besar pengelolaan migas kepada swasta atau asing dan pengurangan peran negara," ujar Luthfi di sela-sela aksi unjuk rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, liberaliasi migas harus ditolak. Sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelalola dengan sistem sesuai akidah umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negeri ini.
"Menurut syariah, migas harus dikelola oleh negara, dan hasilnya diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh rakyat," ujar Luthfi.
Aksi damai yang diikuti kalangan wanita dan pria itu mendapat penjagaan puluhan aparat kepolisian. Kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut. Masa dalam aksinya membawa poster bertulis, ‘Pembatasan BBM Bersubsidi, Akal Bulus Pencari Fulus’, dan ‘Rakyat Buntung, Asing Untung’. Masa datang sekitar pukul 09.00 WIB, dan membubarkan diri sekitar pukul 10.00 WIB.
(bbn/ern)











































