Dituturkan Koordinator Mahasiswa Banten di Bandung Yandi Syafrudin (21) aksi ini akan diikuti oleh 300-an mahasiswa dan warga Banten.
"Aksi ini kami lakukan untuk memberikan dukungan pada polisi untuk mengungkap pembunuhan pada warga Banten yang menjadi mahasiwa di UPI pada tahun baru lalu," ujar Yandri yang merupakan mahasiswa Fisip Unpas itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan ke TKP, melakukan aksi teatrikal, tabur bunga dan doa bersama. Sekaligus melakukan pelestarian kebudayaan kesenian debus," katanya.
Ia mengatakan, sejak dilakukannya audiensi pada tanggal 2 Januari lalu, hingga saat ini belum ada perkembangan hasil penyelidikan kasus tersebut. Rencananya setelah aksi, mereka pun akan mendatangi Polrestabes Bandung untuk menanyakan perkembangan kasus.
"Ini aksi damai kami, bukan bermaksud apa-apa. Kami membawa pesan moral untuk perangi kekerasan," tuturnya.
Dalam aksinya itu, peserta aksi mengenakan pakaian hitam dan menyematkan pita merah di lengan kiri.
Dalam aksi ini, mereka juga membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan 'Pak Polisi Kami butuh bdg kondusip', 'Kami cari ilmu bukan cari mati', 'Aksi Damai Warga Banten' dan 'Bandung Warning'.
Sekitar pukul 11.45 WIB mereka pun berangkat menggunakan motor dan mobil sambil dikawal sejumlah polisi.
(tya/ern)










































