"Itu sudah kami sepakati. Jadi tidak ada tim kampanye atau pemenangan yang dipimpin cabang. Tidak dibenarkan cabang jadi anggota pemenangan calon," tandas Ketua DPD PDIP Rudi Harsa Tanaya saat ditemui di sela-sela Rakerda PDIP Jabar, Hotel Horison Bandung, Jalan Pelajar Pejuang 45, Selasa (17/1/2012).
Keputusan itu, menurut Rudi untuk menjaga rasa keadilan pada setiap balon. Pada saat nanti para balon sosialisasi ke daerah, cabang harus memperlakukan setiap calon dengan sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik cabang maupun balon, lanjut Rudi, dilarang saling mengklaim dukungan. Menurutnya dukungan dari cabang tidak akan berpengaruh banyak terhadap kemenangan balon yang didukung saat Pilkada nanti.
"Yang memilih itu kan nanti rakyat Jabar, bukan cabang. Belum tentu calon yang dipilih cabang itu dianggap bagus oleh rakyat Jabar. Jadi saya kira enggak pengaruh apa-apa lah soal siapa yang didukung cabang, karena yang milih masyarakat," tandasnya.
Komitmen tersebut menurut Rudi tertuang dalam lima poin kesepakatan yang ditandatangani oleh semua cabang. "Nanti jika memang sudah terpilih, kita bentuk tim pemenangan pilkada di seluruh cabang," ujarnya.
Lebih lanjut Rudi menerangkan para enam balon yang telah ditetapkan mempunyai waktu untuk sosialisasi sekitar empat bulan, sebelum ditetapkan pada Juni 2012 nanti. "Kalau Februari enggak mungkin lah, waktunya mepet. Pertimbangannya nanti enggak kuat kalau dipaksakan memilih calon," ujar Rudi meralat pernyataan Sekjen DPP Tjahjo Kumolo yang sebelumnya melansir pertengahan Februari akan diputuskan.
Enam bakal calon itu adalah Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Bupati Sumedang Don Murdono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Bupati Subang Eep Hidayat, Wakil ketua DPD PDIP Gatot Cahyono, dan Rieke Dyah Pitaloka.
(ern/ern)











































