Menurut asisten pelatih Anwar Sanusi, sepanjang babak pertama pertandingan kedua tim berjalan seru. Permainan menyerang mampu diperagakan kedua tim untuk saling menjebol gawang lawan.
Namun hal itu berubah ketika wasit mengeluarkan keputusan-keputusan kontroversial dan dianggap merugikan Persib. Dampaknya, konsentrasi pemain buyar dan permainan Persib jadi tidak berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai contoh, ia mengaku kurang mengerti dengan keputusan wasit yang tidak memberikan hukuman pelanggaran saat Marcus Bent berduel di udara dengan Jendri Pitoy sehingga terjadi gol kedua.
"Dalam aturan seharusnya kiper dilindungi. Namun, mungkin wasit memiliki pandangan lain sehingga dinilai tidak ada pelanggaran," ujarnya.
Untuk mengejar ketinggalan setelah kemasukan dua gol, Persib sempat memasukan tiga pemain baru ke lapangan yakni Moses Sakyi, Budiawan dan Atep. Masuknya mereka cukup membuat irama permainan Persib lebih agresif. Namun, Persib tidak berhasil mengubah hasil akhir.
Bahkan gol ketiga dicetak Mitra Kukar lewat proses serangan balik ketika para pemain Persib keasyikan menyerang.
"Para pemain sudah berusaha keras untuk membalas, tetapi memang tidak beruntung," ungkap Away.
(ors/bbn)











































