Di laga itu, Jajang mengaku grogi karena baru pertama kali tampil di kandang sendiri. Ia merasa tidak percaya akhirnya bisa merasakan bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan luar biasa dari bobotoh.
"Di pertandingan lawan PSAP, di beberapa menit awal saya merasa grogi, termasuk saat pertama nginjak rumput stadion. Tapi itu sementara, kesananya mulai terbiasa," ujar Jajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada duel klasik itu, Persib secara memuaskan menekuk PSMS dengan skor 3-1. Yang lebih memuaskan bagi Jajang, ia dimainkan selama 90 menit penuh menghadapi musuh bebuyutan 'Maung Bandung' itu.
Pesepakbola jebolan SSB Saint Prima itu pun tampil lebih baik saat melawan PSMS ketimbang saat menghadapi PSAP. Penampilannya cukup memikat bobotoh dan mendapat sambutan hangat.
"Lawan PSMS saya sudah agak terbiasa dengan situasi dan kondisi di stadion. Kalau soal permainan, saya sendiri belajar dari kekurangan pertandingan sebelumnya. Saya belajar dari pengalaman dan banyak belajar sama teman-teman yang lebuh senior," tutur Jajang merendah.
(ors/ern)










































