"Saya melihat Persib sekarang cocok pakai 4-4-2, pemain juga terlihat nyaman memainkannya," kata mantan pemain Persib era 1980-an, Giantoro, saat ditemui di Sekretariat PSSI Kota Bandung, Jalan Gurame, Selasa (10/1/2012).
Pada dua laga kandang terakhir, Drago sendiri menerapkan formasi 4-4-2. Padahal di empat laga awal musim ini, Persib lebih sering memainkan 4-2-3-1 baik di kandang maupun tandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka kelihatan tidak kaku dengan formasi itu. Padahal sebelumnya selalu pakai 4-2-3-1. Beberapa tahun terakhir, Persib juga terpaku menggunakan formasi 3-5-2," tuturnya.
Namun ia mengembalikan penggunaan formasi itu pada pelatih. "Kalau untuk urusan teknis kita serahkan saja sepenuhnya sama pelatih. Dia lebih tahu saat melawan tim mana harus memakai formasi 4-4-2, 4-2-3-1, atau formasi lainnya," tandas Giantoro.
Giantoro memberikan catatan pada pertandingan kemarin yaitu sikap emosional para pemain. "Persib kemarin memang bermain bagus. Tapi catatan saya, tidak seharusnya tim sekelas Persib bermain emosional seperti itu," katanya.
Menurutnya, laga kemarin memang berlangsung cukup panas dan memancing emosi para pemain. Beruntung permainan emosional Persib tidak berdampak terlalu buruk bagi tim.
Meski sejumlah pemain terlihat tidak bisa mengontrol emosi, para pemain lain berusaha menenangkan rekan-rekannya. "PSMS itu memang kelihatan ingin merusak permainan dengan memancing emosi para pemain Persib. Di pertandingan lain, sikap emosional seperti itu jangan sampai terulang karena bisa merugikan tim," tutur Giantoro.
Ia menambahkan, para pemain Persib, khususnya pemain timnas, diharapkan ke depan mampu menjaga emosi saat bertanding. "Apalagi Persib ini kan banyak pemain timnasnya, mereka harus bisa beri contoh ke pemain lain untuk bisa jaga emosi," tegas Giantoro yang sempat jadi kapten Persib itu.
(ors/ern)











































