Secara simbolis penyaluran dana BOS dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di aula barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (9/1/2012). Disaksikan hadirin, Heryawan memencet keyboard dari sebuah laptop sebagai tanda dana BOS langsung masuk melalui 24 ribu rekening Bank Jabar Banten (BJB) masing-masing sekolah yang sengaja dibuat guna menyalurkan dana tersebut dari kas Pemprov Jabar.
Heryawan mengatakan, program BOS bertujuan meringankan masyarakat terkait biaya pendidikan dalam rangka Wajib Belajar (Wajar) 9 Tahun. Selain itu, sambung dia, tujuan penyaluran BOS ialah membebaskan pungutan bagi pelajar SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan memaparkan, jumlah pelajar yang menerima dana BOS itu terdiri dari 4,8 juta lebih pelajar SD/SD LB negeri dan swasta, dan 1,6 juta lebih siswa SMP/SMP LB/SMP terbuka/negeri dan swasta. Per pelajar tingkat SD menerima Rp 580 ribu dan pelajar SMP mendapat Rp 710 ribu.
Berbeda proses penyaluran dana BOS pada 2011 yang dinilai tidak efektif yakni masuk ke rekening kabupaten dan kota atau masuk dana dekonsentrasi. Pada 2012 ini proses penyaluran dana BOS kembali seperti awal yaitu dikelola Pemprov. Tadi pun dana BOS langsung disalurkan ke rekening tiap sekolah.
Maka itu, terang Heryawan, APBD Pemprov Jabar pada 2012 ini membengkak menjadi Rp 16 triliun lebih. "Itu padahal termasuk dana BOS dari pusat sebesar 4,1 triliun rupiah. Pada triwulan pertama, dana disalurkan yakni 1 triliun rupiah," jelas Heryawan.
Acara penyaluran dana BOS tersebut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah daerah, unsur Muspida Jabar, Dirjen Kementerian Pendidikan, para kepala dinas, dan pimpinan BJB.
(bbn/avi)











































