Tanpa kolektifitas, sulit rasanya 'Maung Bandung' memberi kado kemenangan bagi bobotoh yang masih kecewa karena di laga terakhir hanya bermain imbang 1-1 melawan PSAP Sigli.
PSMS yang beken dengan permainan keras menjurus kasar, jelas bukan lawan mudah bagi Persib. Di kandang maupun tandang, PSMS dikenal militan dan selalu bermain dengan karakter permainan yang hampir sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menilik lima laga yang dilakoni, beberapa pemain Persib masih sering bermain mengandalkan kemampuan individual. Di laga terakhir misalnya, pemain sayap M Ilham beberapa kali mampu menerobos pertahanan PSAP namun selalu mentah ketika dia hanya meliuk-liuk dengan bola tanpa mengopernya ke pemain lain. Begitu juga dengan Miljan Radovic. Jika hal serupa tetap dilakukan, sulit bagi Persib mengalahkan 'Ayam Kinantan'.
Permainan kolektif pun sempat diingatkan fullback kanan Zulkifli Syukur. Zulkifli yang tidak bisa main di laga nanti karena akumulasi kartu kuning, engatakan Persib harus mengedepankan kolektifitas.
"Pemain harus mengandalkan kolektifitas dan kerja sama tim yang baik. Karena sepakbola itu permainan tim, bukan individu," kata Zul, sapaan akrabnya.
Jika Persib bermain dengan kolektifitas yang baik, permainan keras PSMS bisa jadi berakhir sia-sia di Bandung. Namun permainan kolektifitas itu jelas harus dibarengi dengan keberanian bertempur melawan hadangan keras lawan.
(ors/avi)











































