Teater Mastodon dan Burung Kondor yang konservatif ini sebelumnya sudah dipentaskan oleh Ken Zuraida Project pada 10-14 Agustus 2011 lalu di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Menurut Ken Zuraida, pagelaran di Bandung ini untuk mencari jejak kembali pementasan naskah itu oleh Bengkel Teater Rendra pada tahun 1973.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mementaskan kembali suatu karya drama masterpiece Rendra tentu saja tidak mudah. Namun bagi Ken, ia tidak perlu dibebani oleh sosok Rendra dalam mementaskan Mastodon dan Burung Kondor ini.
"Saya bukan Rendra, saya tidak bisa menulis. Dalam menggarap karya ini juga saya bebas. Saya tidak perlu berpikir seperti Rendra. Yang penting substansi masih sama kemasan berbeda," tegas Ken.
Dengan didukung oleh Rektor Unpad Gandjar Kurnia selaku Produser, Erik Satrya Wardhana selaku Eksekutif Produser. Rombongan tim artistik sendiri berjumlah 60 orang dengan aktor utaman Totenk Mahdasi Tatang, Awan Sanwani, Cahyo Harimurti, Joebert G, Mogot, dan Maryam Supraba.
Pertunjukan teater kolosal ini juga didukung oleh Alumni dan mahasiswa Unpad.
(avi/avi)











































