Tekan Harga Beras, Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Raskin

Tekan Harga Beras, Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Raskin

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2012 15:40 WIB
Tekan Harga Beras, Pemerintah Gelar Operasi Pasar dan Raskin
Bandung - Menjelang panen raya, harga beras diprediksi akan kembali naik, setelah sebelumnya mengalami peningkatan sejak bulan puasa tahun 2011 lalu. Untuk menekan lonjakan harga, pemerintah akan menggelar operasi pasar dan penyaluran raskin.

"Sejak bulan puasa sampai sekarang, harga beras merangkak naik, dari Rp 6.400 per kilogram kini berada di kisaran Rp 8.000 per kilogram," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofyan Arif saat ditemui usai melakukan peninjauan operasi pasar di Pasar Kosambi Bandung, Jalan Kosambi, Kamis (5/1/2012).

Ia mengatakan, pemerintah akan terus melakukan upaya untuk menekan dan menahan harga agar tidak melonjak. Di antaranya dengan melakukan operasi pasar beras murah bulog ke sejumlah pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya beras OP (Operasi Pasar) ini kan masyarakat bisa memilih yang lebih murah. Kami harapkan juga bisa menahan harga tetap di Rp 8 ribu per kilogram," katanya.

Terkait dengan adanya pedagang yang menjual beras oplosan, menurut Ferry hal itu tidak menjadi masalah jika masyarakat berkenan. "Itu kan teknis di penjual untuk mencoba jalan tengah. Jadi beras lokal yang dioplos beras Bulog supaya dari segi harga lebih murah, namun tetap dapat pulennya," katanya.

Di Jabar, ada 7 sub divre Bulog yang bisa menggelar operasi pasar serupa. Beras Bulog menurut Ferry banyak dimanfaatkan oleh penjual nasi goreng, nasi kuning atau warung nasi.

Upaya lain untuk menahan kenaikan harga beras yaitu dengan penyaluran beras miskin. Dengan distribusi raskin diharapkan akan mendorong masyarakat membeli beras supaya harga tidak melambung.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Divre Jabar Usep Karyana mengatakan, pagu raskin untuk Jabar pada 2012 ini angkanya masi sama dengan 2011 yaitu sebanyak 42 ribu ton untuk 2,8 juta RTS (rumah tangga sasaran).

"Targetnya pertengahan Januari ini akan kami salurkan," katanya.



(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini