Andri Terkapar Bersimbah Darah Sambil Pegang Handphone

Mahasiswa UPI Tewas Ditusuk

Andri Terkapar Bersimbah Darah Sambil Pegang Handphone

- detikNews
Senin, 02 Jan 2012 19:32 WIB
Andri Terkapar Bersimbah Darah Sambil Pegang Handphone
Bandung - Andri Wardiansyah (22), ditemukan tak bernyawa dengan posisi telungkup di pinggir ruas Jalan Cipaganti. Ia berlumuran darah akibat satu luka tusukan di dada kiri. Tubuh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini terkapar di aspal jalan sambil memegang ponsel miliknya.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut tak jauh dari rumah makan Padang berlokasi di ujung Jalan Cipaganti-Jalan Setiabudhi, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (1/1/2012). Andri di lokasi kejadian memakai jaket panjang hitam putih, kaus putih, celana sontog abu-abu serta memakai sepatu kets putih.

Menurut sumber detikbandung, di tempat kejadian perkara (TKP) tas ransel hitam dan helm full face putih merek Kyt tergeletak di pinggir jalan atau sekitar jasad Andri. Sepeda motor Vario hitam milik korban bernopol A 4423 KO ditemukan terparkir dalam posisi distandar atau tak jauh dari tubuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban telungkup dan tangan kirinya memegang handphone oranye," ucap sumber kepolisian itu.

Sahabat dekat Andri yakni Derry Novalia (22) yang akrab disapa Riri mengetahui kabar tersebut. "Kata teman saya yang lihat ke lokasi kejadian, abang (Andri) meninggal sambil memegang handphone," ujar wanita ini saat ditemui di kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Senin (2/1/2012).

Riri menduga, sepertinya Andri sebelum meregang nyawa sempat berusaha menelepon seseorang. "Mungkin abang mau menelepon siapa lah gitu. Tapi kayaknya enggak sempat nelepon," ujarnya.

Andri dikabarkan anak Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pandeglang. "Katanya sih iya," jelas Riri.

Namun begitu belum diketahui apakah jabatan bapaknya itu ketua atau hanya anggota PSSI Pendeglang. Senada dikatakan Ketua Jurusan Seni Musik UPI, Nanang Supriatna. "Ya, saya pernah mendengar juga kabar itu," ucap Nanang ditemui di tempat yang sama.

Jenazah Andri, Minggu (1/1/2012) sore, dibawa ke rumah orang tuanya di Komplek Badak Permai, Blok H No.4, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten. Atau tepatnya di belakang kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang. Sebelumnya jasad Andri sudah diautopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Andri dikebumikan di Pandeglang, Selasa (2/1/2012). Perwakilan dosen dan mahasiswa UPI siang ini berencana ke rumah duka menggunakan satu unit bus.

(bbn/ern)


Berita Terkait