"Pemprov dalam program ini memfasilitasi pembiayaan, tentu biaya bersama tapi kita ikut mendorong dan merumuskan program-program KKN yang ada," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai ditemui dalam acara Launching Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik & MOU Pemprov Jabar dengan Perguruan Tinggi di Jabar di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Rabu (28/12/2011).
Ia menjelaskan, pemprov telah menyiapkan list desa di Jabar dan pemetaan masalahnya untuk menjadi tujuan KKN para mahasiswa. Diharapkan program KKN bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat di lokasi KKN untuk pembangunan Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, hasil KKN tersebut akan difollow up oleh pemprov Jabar sesuai dengan kondisi dan temuan di lapangan. "Misalnya suatu daerah pendidikannya masih sangat terbelakang, maka kita bisa advokasi untuk dibangun sekolah di situ. Akan ada tim pemantau untuk melihat kelanjutannya," tutur Heryawan.
Asda II Kesra Aip Rivai menuturkan, program KKN Tematik ini menjadi pilot project, di mana ada 30 perguruan tinggi yang menyatakan kommitmennya. Seluruh PT yang terdiri dari PTN dan PTS itu pun melakukan penandatanganan.
"Tujuan program ini adalah untuk peningkatan mutu pendidikan, penelitian di berbagai bidang, peningkatan pengabdian PT pada daerah dan peningkatan kerjasama konsep pengembangan jabar," jelas Aip.
Dari dana bantuan Rp 5 miliar tersebut dialokasika untuk kegiatan fisik maupun non fisik. Jumlahnya pun variatif tergantung dengan program yang akan dilakukan.
"Besarannya mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 250 juta. Tergantung programnya," tuturnya.
Sejumlah perguruan tinggi yang berkomitmen dalam program KKN Tematik ini diantaranya Universitas Singaperbangsa, STKIP Siliwangi, STKIP Garut, Unjani, Universitas Islam 45, Universitas Islam Nusantara, STSI, IT Telkom, Universitas Kuningan, Universitas Juanda Bogor, Universitas Galuh Ciamis, Universitas Islam Gunung Jati, Unpad dan ITB.
(tya/ern)











































