"Pada 2011, dari 244 RS di Jabar, baru 133 RS yang melaksanakan pelayanan jamkesmas. Tidak heran masih saja ada berita di media tentang adanya pasien yang memerlukan pelayanan terkesan tidak terlayani," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Alma Lucyati saat memberikan laporan dalam acara Sosialisasi Kesiapan Jabar Menuju Universal Coverage Insurance Melalui KTP Berasuransi Kesehatan Serta Pencanangan dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Jamkesmas di Hotel Savoy Homann Jalan Asia Afrika, Rabu (28/12/2011).
Masalahnya, ketersediaan tempat tidur untuk pasien jamkesmas mash belum terpenuhi. Dari 10 ribu kebutuhan tempat tidur untuk pasien jamkesmas, baru 4 ribu tempat tidur yang tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jabar sendiri Alma meyebut ada 1.044 puskesmas di mana 127 di antaranya melayani perawatan (dengan kapasitas tempat tidur 20 buah), 249 PONEP (pranata emergency progresif). Rencananya di 2012 juga akan ditambah 112 PONEP baru di Jabar.
Selain itu, Dinkes Jabar bersama RSHS serta Askes diungkapkan Alma tengah mempersiapkan sistem rujukan untuk pelayanan kesehatan. Acara ini dihadiri Mentri Kesehatan Endang Raayu Sedyaningsih, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron, Sekda Jabar Lex Laksamana, para kepala dinas kesehatan kabupaten dan kota se-Jabar, pengelola jamkesmas, dan para dirut RS se-Jabar.
Dalam acara tersebut dilakukan juga penandatanganan komitmen secara simbolis oleh sejumlah RS di Jabar tentang komitmennya melayani jamkesmas.
(tya/ern)










































