Dua orang pengantar masing-masing wanita dan pria itu mengaku kepada perawat Klinik Monalisa sebagai tetangga wanita berkulit kuning langsat dan berambut hitam lurus pendek. Lantaran pengantar itu 'menghilang' begitu saja, polisi pun mencurigainya.
"Memang dua pengantar itu tidak dikenal dan sempat memberikan alamat kepada perawat di Monalisa. Setelah kami cek, ternyata alamatnya fiktif. Meski demikian, kami tetap mengusut keberadaannya," ujar Kanitreskrim Polsek Regol AKP Sunarya Ishak saat dihubungi via ponsel, Rabu (28/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pihak forensik RSHS menyebutkan memar pada beberapa bagian tubuh wanita itu bisa karena terjatuh, keracunan atau akibat pukulan. Perlu uji lab guna memastikannya. Hasil sementara forensik RSHS belum menyimpulkan wanita yang gigi seri pertama kirinya ginsul ke depan ini disebabkan penganiayaan.
Sunarya menerangkan, barang bukti yang diamankan berupa pakaian lengkap yang melekat saat Mrs X meninggal. "Sedangkan tiga saksi yang semuanya dari pihak Monalisa sudah kami minta keterangan," papar Sunarya.
Ia berpesan juga kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut segera melapor ke Polsek Regol.
(bbn/ern)











































