Rieke tak hanya mendaftar sebagai bakal calon gubernur, tapi wakil gubernur Jabar juga. Namun keputusan ia tetap direstui untuk maju mesti memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP.
"Saya terserah dia saja. Yang penting kalau dapat rekomendasi, tentu saya support," kata Donny saat mengantar istrinya tersebut untuk mengembalikan formulir pedaftaran dan menyerahkan berkas ke kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Sabtu (24/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya hanya berpesan kalau nanti jangan sampai mengecewakan rakyat. Jangan juga korupsi," jelas pria berkacamata ini.
Wakil Ketua Desk Pilkada PDIP Jabar Rohman Mulyana mengatakan Rieke sudah melengkapi berkas-berkas persyaratan. "Intinya Rieke sudah menyerahkan syarat yang kami minta mulai formulir A1 dan A11. Seperti formulir kesehatan, SKCK, KTP, KTA, dan ijazah terakhir," kata Rohman ditemui di tempat sama.
Sementara ini, kata Rohman, sudah tujuh orang kader PDIP yang mendaftar untuk meramaikan bursa internal calon gubernur/wakil gubernur Jabar 2013. Mereka yakni Gatot Cahyono (Wakil Ketua DPD PDIP Jabar), Eep Hidayat (Bupati Subang), Aang Hamid (Bupati Kuningan), Dedi Supardi (Bupati Cirebon), Don Murdono (Bupati Sumedang), Rieke Diah Pitaloka (Anggota Komisi IX DPR RI/Politisi PDIP), dan Aris Wibisono (Kader PDIP Kabupaten Bandung).
"Dari tujuh itu, baru dua orang yang sudah mengembalikan formulir yakni Gatot dan Rieke. Batas waktu pengembalian formulir dan penyerahan kelengkapan berkas hingga 30 Desember nanti," ucap Rohman.
Setelah fix siapa saja pendaftar yang mengembalikan formulir itu, lanjut Rohman, pada Januari 2012 atau bertepatan Rakerda PDIP Jabar nanti, para bakal calon itu akan diperkenalkan kepada seluruh pengurus cabang. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi di 26 kabupaten/kota di Jabar. Setelah itu dilakukan survei dan diajukan kepada pengurus pusat PDIP untuk mendapat rekomendasi siapa yang pantas menjadi calon kepala daerah di Jabar.
(bbn/bbn)










































