'Kabut Salju' ialah sebuah kelompok perkusi yang dimainkan para bocah yang memanfaatkan barang bekas menjadi alat pukul. Ada 12 bocah berpakaian hitam dan kepalanya dibalut iket saat menabuh jeriken dan ember cat tembok pakai potongan kayu.
"Kita saksikan 'Kabut Salju' yang kepanjangannya Kajeun Butut Asal Maju (walau jelek asal maju)," jelas salah seorang pembawa acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara historis Kota Bandung tak lepas dari Sungai Cikapundung. Mari jadikan sungai ini tempat rekreasi, lokasi bermain, dan sebagai ruang publik," jelas Ayi dalam sambutannya dihadapan tamu undangan dan warga Kota Bandung.
Ia menjelaskan, guna menjadikan Sungai Cikapundung sebagai ruang publik tentunya perlu peran serta masyarakat menjaga kebersihan sungai. Ayi pun melantangkan seruan agar warga peduli terhadap lingkungan sungai. "Jangan buang sampah ke sungai dan tetap memerhatikan kebersihan sungai," ucapnya.
Acara tersebut dipusatkan di area Baksil dan pinggir Sungai Cikapundung yang berada di Jalan Siliwangi atau tak jauh dari lokasi Baksil. Ragam kesenian dan permainan tradisional disuguhkan dalam kegiatan ini. Di antaranya seperti kukuyaan, kukuyaan hias, newak entog, arum jeram, pentas seni, senam lengser, engrang, benjang, gebuk bantal, dan tarik tambang.
(bbn/avi)











































