Kedua opera tersebut berdasarkan cerpen Putu Wijaya yang telah menulis lebih dari 1.000 cerpen. Dua cerpen tersebut kemudian digubah musiknya oleh Ananda. Ananda tak sendiri dalam pertunjukan opera tersebut. Ia menggandeng 4 pemenang Kompetisi Vocal Tembang PUitik Nasional 2011.
"Laki-laki Sejati dipentaskan oleh soprano coloratura Evelyn Marrelita dan mezzosoprano oleh Eriyani Tenga Lunga. Sedangkan opera kedua 'Mendadak Kaya' dipentaskan oleh dua penyanyi tenor Adi 'didut' Nugroho, dan Pharel Silaban," ujar Ananda dalam jumpa pers di Bandung International Music Academy, Jalan Ranggagempol, Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerpen milik Putu Wijaya tersebut dibuat pada tahun 80-an. Menurut Ananda, meski sudah banyak yang diedit dari cerpen aslinya, namun tidak mengurangi makna cerpen itu sendiri. "Kita edit sesuai kebutuhan opera, dari isinya tidak ada perubahan dari aslinya," kata Ananda.
Menurut Ananda, pertunjukan opera kali ini baru pertama digelar di Bandung. Pemilihan tempat di Dago Tea House sendiri menurut dia, karena dinilai paling memadai untuk sebuah pertunjukan opera.
"Di Indonesia kita belum punya gedung khusus opera. Kalau di Tea House ini akustiknya cukup bagus, hanya saja kita banyak pe-er untuk dekorasi dan kebersihannya," ungkap lulusan S2 Musik di Belanda ini.
Dialog berdurasi sekitar 35 menit ini disutradarai dan dikoreografi oleh Chendra Panatan.
Opera ini digelar di tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta pada 8 Januaro 2008, Surabaya 13 Januari 2012, dan terakhir di Kota Bandung. Info lebih lanjut tentang pagelaran ini bisa follow twitter @anandasukarlan.
(avi/ern)










































