Pianis Ananda Sukarlam akan Pentaskan Opera 2 Komedi

Pianis Ananda Sukarlam akan Pentaskan Opera 2 Komedi

- detikNews
Rabu, 21 Des 2011 07:47 WIB
Pianis Ananda Sukarlam akan Pentaskan Opera 2 Komedi
Bandung - Pianis musik klasik Indonesia Ananda Sukarlam akan menggelar Opera 2 Komedi yang akan dipertontonkan di Teater Tertutup Dago Tea House, Minggu 15 Januari 2012 mendatang. Opera ini akan menampilkan dua judul sekaligus yakni 'Laki-laki Sejati dan 'Mendadak Kaya'.

Kedua opera tersebut berdasarkan cerpen Putu Wijaya yang telah menulis lebih dari 1.000 cerpen. Dua cerpen tersebut kemudian digubah musiknya oleh Ananda. Ananda tak sendiri dalam pertunjukan opera tersebut. Ia menggandeng 4 pemenang Kompetisi Vocal Tembang PUitik Nasional 2011.

"Laki-laki Sejati dipentaskan oleh soprano coloratura Evelyn Marrelita dan mezzosoprano oleh Eriyani Tenga Lunga. Sedangkan opera kedua 'Mendadak Kaya' dipentaskan oleh dua penyanyi tenor Adi 'didut' Nugroho, dan Pharel Silaban," ujar Ananda dalam jumpa pers di Bandung International Music Academy, Jalan Ranggagempol, Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Laki-laki Sejati' mengisahkan tentang seorang yang menasihati anak gadisnya tentang ada dan bagaimanakah seorang laki-laki sejati itu. Sedangkan 'Mendadak Kaya' menceritakan tentang seseorang yang meminta pesugihan kepada dukun, namun kemudian direvisi karena ternyata apa yang diinginkannya tidak sesuai dengan yang dibayangkannya.

Cerpen milik Putu Wijaya tersebut dibuat pada tahun 80-an. Menurut Ananda, meski sudah banyak yang diedit dari cerpen aslinya, namun tidak mengurangi makna cerpen itu sendiri. "Kita edit sesuai kebutuhan opera, dari isinya tidak ada perubahan dari aslinya," kata Ananda.

Menurut Ananda, pertunjukan opera kali ini baru pertama digelar di Bandung. Pemilihan tempat di Dago Tea House sendiri menurut dia, karena dinilai paling memadai untuk sebuah pertunjukan opera.

"Di Indonesia kita belum punya gedung khusus opera. Kalau di Tea House ini akustiknya cukup bagus, hanya saja kita banyak pe-er untuk dekorasi dan kebersihannya," ungkap lulusan S2 Musik di Belanda ini.

Dialog berdurasi sekitar 35 menit ini disutradarai dan dikoreografi oleh Chendra Panatan.

Opera ini digelar di tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta pada 8 Januaro 2008, Surabaya 13 Januari 2012, dan terakhir di Kota Bandung. Info lebih lanjut tentang pagelaran ini bisa follow twitter @anandasukarlan.


(avi/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini