Isu Permen Mengandung Narkoba Tidak Terbukti

Isu Permen Mengandung Narkoba Tidak Terbukti

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 19:43 WIB
Bandung - Isu adanya permen narkoba yang beredar di sekolah-sekolah, tak terbukti. Permen yang dideskripsikan mengandung narkoba itu memang dijual di warung dan toko di Jawa Barat. Namun setelah diteliti, hasilnya nihil kandungan zat adiktif. Diduga isu itu diembuskan karena adanya persaingan pasar.

Isu adanya permen mengandung narkotika itu tersebar melalui pesan berantai baik BBM maupun SMS. Isi kalimatnya yakni : 'Ini Info dr ortu Murid Sklh Internasional Tunas Muda Kebon Jeruk. Ada NARKOBA jenis baru dg nama STRAWBERRY QUICK & STRAWBERRY METH Waspada! sdh beredar di lngkngn sklh. NARKOBA CRYSTAL. bntk bulat, mrip dg prmen POP ROCK rasa & aroma Strwbrry, klo dihisap brdesis dlm mulut. Ada jg rasa Cklat, Kcang, Cola, Ceri, Anggur, Jeruk. Anak2 berfikir bhw brg tsb adlh PERMEN. Hati2 krn mnyebabkn ank msuk RS & ktagihn'

Kabar ini pun ditelusuri oleh Dirserse Narkoba Polda Jabar. Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono, pihaknya mendapatkan kabar ini dua pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada info yang masuk, ada permen untuk anak-anak yang mengandung narkoba. Saya pertama kali terima info itu dari SMS," ujar Hafriyono usai acara talkshow radio di Hotel Amarosa, Jalan Aceh, Selasa (21/12/2011).

Bahkan ia pun sempat menunjukkan foto permen yang dimaksud oleh pemberi info tersebut. Permen tersebut disebut Hafriyono telah beredar luas di masyarakat. Jenisnya permen pletok (meletup di mulut-red) dengan rasa strawberry. Permen tersebut dapat dengan mudah didapatkan di toko dan mal-mal yang ada di Bandung.

"Kita langsung cari permen yang seperti di foto itu, lalu kita coba periksa. Tapi hasilnya tidak ada kandungan narkobanya," katanya.

Ia pun menduga, isu itu dihembuskan pihak-pihak tertentu karena adanya persaingan pasar.

Namun, ia mengaku tetap waspada dengan adanya ancaman narkoba semacam itu meski belum pernah ada yang benar terbukti di Jabar. "Kalau ada informasi seperti ini, tidak apa-apa kalau mau memberi informasi, supaya bisa langsung kita tindak lanjuti," katanya.

Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jabar yang juga Ketua Umum Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar Dede Yusuf mengatakan, Indonesia -termasuk Jabar- menjadi pasar yang besar termasuk untuk peredaran narkoba.

Apalagi, dengan bentuk negara kepulauan, ada banyak celah atau pintu tikus bagi para pengedar untuk bisa masuk. Bahkan kini modusnya pun sudah semakin beragam.

"Seperti pencurian atau korupsi, narkoba bisa masuk karena adanya kesempatan. Jangan sampai kita seperti pemadam kebakaran yang bertindak setelah kebakaran. Harus ada penanaman kesadaran sejak dini pada anak tentang bahaya narkoba," kata Dede.

Sementara itu M Nizar, Kepala Operasi BNP Jabar mengatakan, anggaran BNP untuk 2012 sebesar Rp 7 miliar dinilai masih belum mencukupi. "Dengan jumlah penduduk yang besar, angka tersebut sebetulnya sangat terbatas. Tapi kita akan mengoptimalkannya," tutur Nizar.

(tya/ern)


Berita Terkait