Pemberhentian 26 Pengurus DPD Golkar untuk Perampingan

Pemberhentian 26 Pengurus DPD Golkar untuk Perampingan

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 19:56 WIB
Pemberhentian 26 Pengurus DPD Golkar untuk Perampingan
Bandung - Wakil Sekretaris DPD Golkar Tubagus Raditya buka suara soal polemik pemecatan 26 pengurus DPD Golkar. Menurutnya pemberhentian 26 pengurus itu merupakan upaya perampingan yang dilakukan DPD, sesuai perintah DPP. Pemberhentian para pengurus itu bukan berarti mereka dianggap bersebrangan dengan Ketua DPD Golkar Irianto MS Syaifuddin alias Yance.

"Kalau dikatakan Pak Yance berlindung di ketiak DPP karena mengatakan ini perintah dari DPP, memang begitu kenyataannya. Ini adalah kebijakan dari DPP untuk perampingan pengurus. Selama ini kepengurusan Partai Golkar gemuk," ujar Didit, biasa Tubaugus Raditya dipanggil, kepada detikbandung melalui telepon, Senin (19/12/2011),

Menurut Didit, DPP mengeluarkan kebijakan jika jumlah pengurus di tingkat DPD sebanyak 75 orang. "Nah DPD Golkar itu awalnya ada 125 pengurus. Nah dicoret 26, jadi sisa 99 orang. Ini pun masih tetap kebanyakan, karena kan harusnya 75 orang," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata Didit, Yance meminta kepada DPP agar DPD Jabar dibuat pengecualian, yaitu diperbolehkan jumlah pengurusnya 99 orang. "Alasannya karena wilayah yang luas dan banyaknya suara di sini," kata Didit.

Soal mengapa 26 pengurus itu yang dicoret, Didit mengatakan itu telah melalui berbagai pemikiran Yance. "Yang saya tahu Pak Yance lama memikirkan ini. Bagi ketua ini pasti sangat berat. Tapi bagaimana lagi, kan itu kebijakan dari DPP," ujar Didit.

Didit membantah pengurus yang dicoret itu adalah orang-orang yang menentang Yance. "Mereka itu kawan baik kita semua. Mendukung ketua. Mereka kader terpilih. Tak menjadi pengurus, mereka masih tetap bisa berkarya untuk partai," kata dia.

Terkait anggapan Yance ambisius untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2013 mendatang, Didit punya alasan. Menurutnya tindakan Yance berkeliling ke daerah-daerah adalah dalam rangka mengenalkan dirinya sebagai ketua DPD Golkar.

"Setiap kader memang punya peluang untuk maju pada Pilkada nanti. Tapi posisinya sebagai Ketua DPD, Pak Yance punya peluang lebih besar. Nah tak masalah kan kalau dia sekarang memarketkan dirinya," dalih Didit.

Menurutnya Yance tak akan memaksakan diri maju pada Pilgub nanti jika hasil survey yang dilakukan secara internal maupun eksternal, tidak memuaskan. "Jika hasil survey elektabilitas Pak Yance kalah dengan yang lain, dia secara ksatria akan mendukung calon yang dipilih nanti oleh DPP," katanya.

(ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini