Romansa Cerita Cinta Kahitna Hipnotis Penonton di Sabuga

Romansa Cerita Cinta Kahitna Hipnotis Penonton di Sabuga

- detikNews
Sabtu, 17 Des 2011 09:14 WIB
Romansa Cerita Cinta Kahitna Hipnotis Penonton di Sabuga
Bandung - Sejak sore, Jumat (16/12/2011), Sasana Budaya Ganesha, Bandung sudah dipadati calon penonton yang tidak sabar untuk melihat penampilan musisi legendaris Kota Bandung, Kahitna.

Setelah penonton menempati kursi duduknya masing-masing. Tepat pukul 21.00 WIB, lampu Sabuga mulai dimatikan, teriakan penonton yang sudah sejak sore menanti riuh terdengar.

Namun tirai putih belum juga dibuka. Sajian video tentang persiapan konser Kahitna, semakin membuat penonton penasaran. Tak lama, panggung pun menggema, overture pemanas konser ini pun mengalun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara Saluang, suling khas Sumatera Barat menyeruak, tirai putih yang menutupi panggung pun tersibak. 'Dirantau', didaulat sebagai lagu pembuka konser 'Cerita Cinta 25 tahun Kahitna, Part II' ini. Tempo lagu yang riang dan koreo yang enerjik dari trio vokalis Hedi Yunus, Mario Ginandjar, dan Carlo Saba yang saat itu memakai pakaian bergaya betawi dan kalung etnik.

Konser dilanjutkan dengan lagu ''Tentang diriku', masih dengan tempo up beat, Kahitna selalu tak lepas dari menari. Lagu ini juga sempat berubah tempo di beberapa bagian. Di satu bagian terdengar lebih cepat, dan dibagian lainnya terdengar lebih lambat dari biasanya.

Setelah dua lagu bernada riang, dikomando oleh suara gitar sebagai intro, penonton di Sabuga dibuai dengan alunan 'Andai Dia Tahu'. Hampir di setiap bait, ribuan penonton yang memenuhi Sabuga malam itu ikut bernyanyi. Menginjak lagu ke empat, Carlo melantunkan sepenggal puisi. Intro lagu 'Bila Saya' pun mengalun, menutup kalimat terakhir Carlo.

Yovie yang berada dibalik piano-nya kemudian membuka suara. Yovie mengungkapkan Bandung sebagai kota dimana Kahitna belajar musik, hingga bisa menjadi grup musik yang masih eksis di tahun ke 25 ini.

Menuntun penonton untuk menyimak lagu kelima. Yovie mengajak penonton untuk lebih banyak berkarya dari pada banyak bicara dengan lagu 'Kita Bangun Negeri'.

Kahitna lalu turun panggung sejenak, namun panggung tidak dibiarkan kosong. Deswita Maharani dan Iwet Ramadhan tampil dari balik panggung. Bukan untuk menyanyi, namun mereka meyuguhkan percakapan romantis yang dibuat dari judul-judul lagu milik Kahitna. Disela-sela percakapan, mereka yang memang terkenal humoris pun tampil kocak, dan membuat penonton tertawa.

Denting tuts keyboard Yovie membuka pertunjukan segmen kedua Kahitna. Teriakan histeris penonton pun menyeruak menyambut hits 'Seandainya Aku Bisa Terbang'. Kali ini Hedi Yunus dan kawan-kawan tampil lebih resmi dengan balutan blazer cokelat muda.

Nomor hits bernuansa melow lainnya disajikan dalam lagu 'Merenda Kasih' dan 'Aku Dirimu Dirinya'. Pada lagu 'Aku Dirimu Dirinya' ini, sosok penyanyi solo perempuan, Alika, muncul tengah penonton kemudian berkolaborasi dengan tiga vokalis Kahitna.

Masih dengan tempo slow, Kahitna masih mengombang-ambing emosi penonton dengan lagu bertema galau 'Enggak Ngerti'. Segmen kedua ini pun ditutup dengan lagu 'Lajeungan'. Lagu ini pernah membawa Kahitna memenangkan festival musik di kancah internasional.

Kahitna kembali berganti pakaian. Jamaican Cafe mengisi kekosongan panggung dengan membawakan lagu 'Tiamo' dan 'Permaisuriku'.

Tak lama, Kahitna kembali merajai panggung dengan lagu 'Untukku' dan 'Katakan Saja'. Di sesi ini mereka tampil lebih dekat dengan penonton. Tanpa ragu, Mario turun panggung untuk menghampiri penonton. Carlo dan Hedi pun tak kalah menyapa dan menyambut tangan penonton untuk bersalaman.

Lagu bertajuk 'Bintang' dibawakan Kahitna dengan berkolaborasi bersama Tiwi pemain accordeon, dan gitaris bernama Indra Prasetyo. Single teranyar mereka bertajuk
'Aku Punya Hati' menutup sesi ketiga, konser Kahitna.

Grup Band indie asal Bandung, Sarasvati didaulat untuk mengisi kekosongan panggung. Suara suling membuka pertunjukan dari band yang dikenal kerap menonjolkan aura mistis di atas panggung. Dengan pakaian serba hitam, sang vokalis Risa Saraswati menyanyikan tembang milik Kahitna bertajuk 'Tak Mampu Mendua'.

Penonton pun dibuat tercengang dengan hadirnya dancer dari balik panggung. Kemudian Risa kembali muncul di panggung dengan membawakan lagu 'Everybody Need Somebody dengan tempo up beat.

Sarasvati turun panggung, giliran grup musik asal Bandung yang kocak, Project Pop muncul dengan balutan pakaian berwarna kuning emas. Tampil dengan koreo khas Project Pop, mereka tampil enerjik membawakan lagu 'Bagaimana'.

Siapa yang sangka, Project Pop yang kerap membawakan lagu riang dan jenaka ini menyihir penonton dengan tembang 'Cinta Sendri'. Penonton yang berada di tribun pun diminta berdiri, tanpa dikomando, penonton pun ikut bernyanyi melantunkan tembang 'Setahun Kemarin'. Ditengah-tengah lagu, ketiga vokalis Kahitna muncuk untuk bernyanyi bersama Project-Pop.

Suasana semakin memanas, penonton kembali dibuai dengan kata-kata romantis gubahan Yovie Widianto. Dengan intro bernada etnik Sunda, agu 'Menikahimu' dan 'Menanti', dibawakan secara medley. Pada sesi ini musik Kahitna semakin kaya ditambah sentuhan alat musik gesek dari additional player.

Sebagai persembahan bagi para fans Kahitna yang selalu setia menemani perjalanan karir mereka, Kahitna menyuguhkan tembang 'Soulmate'. Diiringi lagu tersebut, layar di belakang panggung menampilkan foto-foto 'Soulmate' sebutan untuk fans Kahitna.

Lagu yang menceritakan tentang belahan jiwa ini begitu syahdu. Beruntung bagi mereka yang menonton konser ini bersama pasangan. Tembang 'Takkan Terganti' didominasi oleh Mario, hampir sebagian pertunjukan hanya ia yang menyanyi. Di akhir lagu, baru Hedi dan Carlo ikut menyanyi.

Menjelang segmen terakhir, 'Mantan Terindah', 'Cerita Cinta', dan 'Cantik', berturut-turut dibawakan mereka dengan apik. Lagu 'Sampai Nanti' pun menjadi klimaks Konser Cerita Cinta 25 Kahitna Part 2 ini.

Secara keseluruhan, konser ini tersaji hampir sempurna. Tata panggung cukup megah namun simpel. Nuansa romantis, galau, dan termehek, mehek teruntai dalam balutan musik dan lirik yang manis.

Sebuah persembahan terbaik Kahitna untuk kota kelahirannya, Bandung.

(avi/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini