Manajemen Apartemen Galeri Ciumbuleuit tak mau meminta maaf pada Mega Tri Pratiwi (20) terkait insiden penendangan yang dilakukan Satpam Sunarya terhadap Mega yang berperan 'suster ngesot. Pihak yang seharusnya meminta maaf adalah perusahaan outsourcing di mana Sunarya bekerja, yaitu PT Wira Garda Wahana Waspada.
Demikian disampaikan pengacara Galeri Ciumbuleuit, Dindin S Maolani, saat menggelar jumpa pers di Rumah Makan Grandia, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (16/12/2011).
"Konsekuensi dan kebijakan untuk satpam (Sunarya) berada di bawah tanggung jawab PT Wira Garda. Ini bukan tanggung jawab Galeri Ciumbuleuit, termasuk untuk meminta maaf. Kita enggak ada kewajiban meminta maaf," tegas Dindin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya katempuhan lokasi saja. Kalau permintaan maaf itu urusan PT Wira Garda," ujarnya.
Dindin menambahkan tidak punya niat menuntut balik kepada Mega terkait perkara tersebut yang kini bergulir ke ranah hukum. Pihak manajemen, sambung dia, tidak ingin menambah suasana makin keruh.
"Kami manajamen menyadari tidak punya kepentingan untuk mengadukan balik soal kasus tersebut," jelas Dindin.
Pendampingan hukum buat Sunarya saat ini ditangani pengacara dari PT Wira Garda Wahana Waspada. "Masalah Sunarya ini sudah sepenuhnya diserahkan kepada lawyer kami," ucap Penanggung Jawab PT Wira Garda Wahana Waspada untuk wilayah Jabar, M Zaki, saat ditemui di lokasi yang sama.
Sunarya dilaporkan oleh Mega atas tuduhan penganiayaan. Kasus ini bermula saat Mega berniat membuat kejutan kepada temannya yang bernama Fitra Mahaly yang kebetulan pada hari Sabtu (10/12/2011) berulang tahun ke-18. Mega dan Fitra bersama sejumlah teman mainnya berada di apartemen yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit itu sejak Jumat (9/12/2011) untuk mengisi liburan di Kota Bandung.
Alih-alih sukses memberikan kejutan ke Fitra, Mega malah terpaksa menginap di rumah sakit karena mengalami luka di pelipis kiri dan satu gigi bawahnya patah. Luka tersebut akibat tendangan refleks Sunarya yang melihat penampakan 'Suster Ngesot'.
Dalam rekaman CCTV jelas terlihat saat pintu lift terbuka di lantai 17, di luar pintu sudah menunggu Mega yang duduk di lantai menjadi 'Suster Ngesot'. Sesudah pintu lift terbuka lebar, terlihat teman Mega yang akan ditakuti mundur ke belakang menandakan terkejut. Bahkan housekeeping, Ade, turut mundur ketakutan setelah melihat 'Suster Ngesot'.
Sementara Sunarya yang berada paling depan, berlari dua langkah dari dalam lift dan menendang pakai kaki kanan bersepatu ke arah 'Suster Ngesot'. Akibatnya gigi bawah Mega patah dan pelipisnya lebam.










































