Pementasan monolog ini disutradarai Wawan Sofwan. Sementara naskahnya ditulis Ahda Imran. Monolog ini dimainkan oleh Kelompok teater mainteater bekerjasama dengan Titimangsa Foundation.
Menurut Produser pementasan Pradetya Novitri, monolog Inggit dijadikan momentum hari perempuan yang jatuh pada 22 Desember 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam monolog ini, Inggit mempertahankan martabatnya sebagai perempuan. Inggit telah merebut dan mengambil apa yang sudah menjadi haknya ketika lelaki meminta sesuatu yang tak bisa lagi dikompromikannya,"imbuhnya.
Happy Salma mengaku merasa tertantang untuk memerankan Inggit yang tegar. Apakah ia mampu memerankannya?
(ern/ern)











































