Hal itu diungkapkan Brussel saat ditemui usai mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Rabu (14/12/2011).
Ia menuturkan, keputusan melepaskan tersangka dilakukan atas pertimbangan dari para penyidik. "Bawahan ngasih masukan ya saya mempertimbangkan. Saya tanya, kalau mau ditangguhkan jaminannya apa. Apalagi ini kasusnya narkoba," ujar Brussel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brussel pun mengaku tersentuh, apalagi usia anaknya itu seumur dengan anaknya. "Visa-nya hanya 3 hari, jadi kalau 3 hari enggak pulang jadi enggak bisa pulang. Masukan dari penyidik seperti itu," kata Brussel.
Ia pun menanyakan kalaupun melepaskan, apa jaminannya, apalagi tersangka adalah WNA. "Karena itu orang asing, kalau ditangguhkan dan nanti mencarinya kan biayanya besar. Makanya itu kenapa saya memberi biaya penangguhan seperti itu," jelasnya.
Masalah terjadi karena uang Rp 1 miliar itu kemudian tidak dititipkan pada panitera. "Uang tidak dikirim ke panitera kenapa, wong SPDP belum dikirim. Karena berkas belum lengkap. Maksudnya sih saya tidak mau bulak-balik. Kalau perlu kita hadirkan sekalian tersangkanya tapi situasi tidak menguntungkan," kata Brussel.
Kemudian dirinya pun diperiksa Propam, karena dinilai tidak menaati kode etik dengan melepaskan tersangka narkoba. "Tapi lalu jadinya kena pasal suap terima dan masuk ke tipikor," tuturnya.
Brussel pun berharap pimpinannya bisa lebih bijaksana dan tidak memecat dirinya. Apalagi menurutnya selama 14 tahun berkarier di satuan Polri, ia tak memiliki cacat.
"Harapan saya pimpinan juga sedikit bijaksana, karena niatan melakukan penangguhan itu karena dasar kemanusiaan, tidak ada niatan memakan uang. Semoga setelah menjalani ini saya tidak sampai di pecatlah, 14 tahun saya enggak ada cacat sama sekali. Penghargaan, saya juga pernah tugas ke daerah konflik di Poso selama 6 bulan," jelas Brussel.
Ia mengaku sebelum ini pernah 2 kali menjadi Kapolsek di Jateng. Di Polsek Cicendo sendiri, Brussel sudah menjabat selama setahun lebih dan biasanya setalah 1 tahun tugas ada mutasi.
"Sekarang malah mutasi ke Kebonwaru," katanya miris.
(tya/ern)











































